Kilas Nasional: Banjir Bandang NTT, TMII, dan Terorisme

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga bergotong royong memindahkan bantuan logistik dari pemerintah dan sejumlah lembaga untuk korban banjir bandang di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 7 April 2021. Kiriman bantuan sempat tersendat akibat cuaca buruk dan kesulitan menuju lokasi bencana. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Sejumlah warga bergotong royong memindahkan bantuan logistik dari pemerintah dan sejumlah lembaga untuk korban banjir bandang di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 7 April 2021. Kiriman bantuan sempat tersendat akibat cuaca buruk dan kesulitan menuju lokasi bencana. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    “Ada tim legal audit yang dari Fakultas Hukum UGM yang masuk ke sana, kemudian BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) masuk untuk audit finansial, dan terakhir ada temuan dari BPK,” kata dia.

    Dengan berbagai temuan dan rekomendasi itu, Kemensetneg mengajukan untuk mengambil alih kembali pengelolaan TMII dari Yayasan Harapan Kita. Setelah pengajuan dari Kementerian Sekretariat Negara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 19/2021 tentang Pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah.

    Terorisme

    Tim Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Polri meringkus seorang buron terduga aksi terorisme. Dari empat orang yakni YI, AN, ARH, dan NF, tinggal tersisa tiga.

    "Dari keempat DPO nomor 2 telah ditangkap, sehingga dari 4 itu, tinggal 3 DPO yang masih belum ditangkap," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Ahmad Ramadhan di kantornya, Jakarta Selatan pada Rabu, 7 April 2021.

    Namun, Ramadhan belum membeberkan ihwal lokasi atau waktu penangkapan itu dilakukan. Pun peran, pihak Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri masih memeriksa AN.

    "Tunggu tiga lainnya. Nanti kami tunggu update berikutnya, semoga 3 tersangka berikutnya segera dilakukan penangkapan," kata Ramadan.

    Berdasarkan informasi beredar, tiga buron aksi terorisme itu adalah Arief Rahman Hakim, Nouval Farisi, dan Yusuf Iskandar. Munculnya nama tiga orang itu merupakan hasil pengembangan dari pemeriksaan terhadap Zulaimi Agus, yang sebelumnya ditangkap di wilayah Jakarta pada pekan lalu. Di mana dari pengakuan Zulaimi Agus, Arief, Nouval, dan Yusuf merupakan ikut merencanakan dan terlibat dalam pembuatan bom.

    Demikian rangkuman tiga berita tentang banjir bandang di NTT, pengambilalihan pengelolaan TMII, dan terorisme.

    Baca juga: Densus 88 Buru 3 Terduga Teroris Jaringan Condet yang Kabur

    DEWI NURITA | ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perkiraan Ukuran Tubuh Megalodon, Pemangsa Zaman Purba

    Setelah berbagai macam penelitian yang dilakukan para ahli, akhirnya mereka bisa menyimpulkan perkiraan ukuran tubuh Megalodon, sang hiu purba.