Pemprov NTT Diminta Data Pengungsi yang Berhak Dapat Bantuan Rp500 Ribu

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BNPB Doni Monardo saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 22 September 2020. Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengumumkan dirinya positif tertular virus corona menyusul aktivitas padat dalam sepekan terakhir memimpin penanggulangan bencana gempa bumi Sulawesi Barat dan banjir Kalimantan Selatan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Kepala BNPB Doni Monardo saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 22 September 2020. Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengumumkan dirinya positif tertular virus corona menyusul aktivitas padat dalam sepekan terakhir memimpin penanggulangan bencana gempa bumi Sulawesi Barat dan banjir Kalimantan Selatan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) segera mendata warga yang rumahnya rusak akibat bencana di wilayah NTT. Pemerintah akan memberikan bantuan senilai Rp500 ribu agar mereka bisa menyewa rumah sementara guna mengurangi penumpukan di tempat pengungsian. Hal ini untuk mengantisipasi penularan Covid-19.

    "Warga yang rumahnya rusak dan tidak bisa dihuni, didata terlebih dahulu oleh pemerintah daerah setempat, seperti pengumpulan nama, KTP, dan persyaratan lainnya. Jika datanya sudah terkumpul dan telah terverifikasi, bantuan dana tersebut sudah bisa diberikan," tutur Doni Monardo lewat keterangan tertulis, Rabu, 7 April 2021.

    Bantuan dana hunian sementara sebesar 500 ribu rupiah diberikan kepada tiap keluarga per bulan.

    "Dana bantuan ini dapat digunakan masyarakat yang rumahnya rusak akibat bencana di wilayah NTT untuk menyewa tempat tinggal di rumah sanak kerabatnya sehingga para warga tidak berkumpul dan berkontak langsung dalam tenda pengungsian," lanjut Doni.

    Selanjutnya, pemerintah juga akan memberikan bantuan dana untuk pembangunan rumah korban bencana banjir bandang di NTT dengan nominal berkisar Rp10-50 juta tergantung kondisi kerusakan. "Anggaran yang disiapkan untuk rusak berat Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta, dan rusak ringan Rp10 juta," ujar Doni.

    DEWI NURITA

    Baca: Update Korban Banjir Bandang NTT: 124 Orang Meninggal, 74 Hilang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.