Jadi Tersangka, Polri Bidik Eks Napiter Muchlis Kamal dengan UU Darurat Senpi

Reporter

Kepala Bagian Penerangan Umum Divhumas Polri, Komisaris Besar Ahmad Ramadhan. ANTARA/HO-Polri/am.

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI membidik Muchlis Kamal, penjual senjata jenis airgun kepada terduga teroris Zakiah Aini, dengan Undang-Undang Darurat tentang Senjata Api. Muchlis ditangkap pada 1 April 2021 di Kota Banda Aceh. 

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Ahmad Ramadhan mengatakan, Muchlis pun telah ditetapkan sebagai tersangka atas penjualan dan atau kepemilikan senjata api

"Dan saat ini penyidik masih mengerahkan Pasal 1 UU Darurat Tahun 1951 tentang senpi ilegal," ujar Ramadhan di kantornya, Jakarta Selatan pada Rabu, 7 April 2021.

Selain itu, penyidik juga mendalami apakah perbuatan Muchlis memenuhi unsur pidana dalam UU Terorisme. 

Baca: Densus 88 Buru 3 Terduga Teroris Jaringan Condet yang Kabur

Namun, Ramadan enggan membeberkan lebih detail. Ia mengatakan, pihak Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri masih memeriksa Muchlis. 

Sebagai informasi, Zakiah menggunakan senjata jenis airgun berkaliber 4,5 milimeter. Ia masuk ke Mabes Polri dan menyerang anggota di pos jaga utama area utama Mabes Polri pada 31 Maret 2021 sekitar pukul 16.30 WIB. Ia melepaskan enam tembakan ke arah petugas, sebelum akhirnya personel menembaknya balik.

Adapun Muchlis Kamal, alias Imam Muda, merupakan mantan napi terorisme di wilayah Aceh pada 2010. "Benar, yang bersangkutan eks napiter Jalin Jantho, Aceh tahun 2010," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono saat dikonfirmasi pada 5 April 2021. 

ANDITA RAHMA






Densus 88 Tangkap Sejumlah Orang Terduga Teroris di Wilayah Sukoharjo

5 jam lalu

Densus 88 Tangkap Sejumlah Orang Terduga Teroris di Wilayah Sukoharjo

Densus 88 menangkap seorang takmir Masjid Al-Hidayah di Kabupaten Sukoharjo.


ISIS Umumkan Pemimpinnya Abu Al-Hasan Tewas di Medan Perang

6 jam lalu

ISIS Umumkan Pemimpinnya Abu Al-Hasan Tewas di Medan Perang

Kelompok teroris ISIS mengumumkan kematian pemimpinnya yang baru, Abu al-Hasan dalam perang.


KKB Tembak Seorang Polisi Hingga Meninggal di Papua

1 hari lalu

KKB Tembak Seorang Polisi Hingga Meninggal di Papua

Seorang anggota Brimob Polres Yakohimo tertembak di bagian wajahnya saat baku tembak dengan KKB.


151 Jenazah Korban Gempa Cianjur Berhasil Diidentifikasi

1 hari lalu

151 Jenazah Korban Gempa Cianjur Berhasil Diidentifikasi

Tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi 151 jenazah korban Gempa Cianjur hingga hari ini.


2 Jenazah Kru Helikopter Polairud Diterbangkan ke Mako Polairud di Pondok Cabe

1 hari lalu

2 Jenazah Kru Helikopter Polairud Diterbangkan ke Mako Polairud di Pondok Cabe

Maladi menambahkan saat ini sudah tiga dari empat kru helikopter Polairud yang berhasil ditemukan.


Dana Hibah TNI - Polri di APBD DKI 2023 Mencapai Rp 463,21 Miliar, Ada 6 Proposal

2 hari lalu

Dana Hibah TNI - Polri di APBD DKI 2023 Mencapai Rp 463,21 Miliar, Ada 6 Proposal

Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) DKI akan menyisir lagi jenis dana hibah yang masuk APBD DKI 2023.


Dana Hibah APBD DKI 2023 Dipangkas, Ketua DPRD Minta Prioritas untuk TNI - Polri

2 hari lalu

Dana Hibah APBD DKI 2023 Dipangkas, Ketua DPRD Minta Prioritas untuk TNI - Polri

Ada 3 kriteria dana hibah ABD DKI 2023 yang diprioritaskan, salah satunya untuk TNI dan Polri.


Rakor Pengamanan Liga 1, Polri: Syarat Perizinan Ketat

2 hari lalu

Rakor Pengamanan Liga 1, Polri: Syarat Perizinan Ketat

Mabes Polri menggelar rapat koordinasi dengan PSSI dan PT LIB membahas kelanjutan kompetisi Liga 1.


Dua Jenazah Kru Helikopter Polairud yang Jatuh di Belitung Timur Dibawa ke Jakarta Besok

2 hari lalu

Dua Jenazah Kru Helikopter Polairud yang Jatuh di Belitung Timur Dibawa ke Jakarta Besok

Dua korban jatuhnya helikopter Polairud NBO-105 / P-1103 Badan Pemelihara Keamanan Mabes Polri segera dibawa ke Jakarta.


Jokowi Penuhi Permintaan Soal Kuota Khusus Anak Suku Dayak Jadi Prajurit TNI-Polri

2 hari lalu

Jokowi Penuhi Permintaan Soal Kuota Khusus Anak Suku Dayak Jadi Prajurit TNI-Polri

Panglima Besar Pasukan Merah Agustinus minta kuota khusus untuk anak-anak Suku Dayak agar menjadi prajurit TNI-Polri. Jokowi setuju.