Saksi Ahli: Pencalonan Orient Riwu Kore Tidak Sah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati terpilih Sabu Raijua, NTT, Orient P Riwu Kore menjadi perbincangan setelah disebut-sebut sebagai warga negara Amerika Serikat. Orient mengakui sempat memiliki paspor AS, namun tidak lantas mengubah status kewarganegaraannya. Facebook.com

    Bupati terpilih Sabu Raijua, NTT, Orient P Riwu Kore menjadi perbincangan setelah disebut-sebut sebagai warga negara Amerika Serikat. Orient mengakui sempat memiliki paspor AS, namun tidak lantas mengubah status kewarganegaraannya. Facebook.com

    TEMPO.CO, Kupang - Sidang gugatan sengketa Pilkada soal status kewarganegaraan Bupati Sabu Raijua terpilih, Orient Riwu Kore, terus bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK).

    Dalam sidang pemeriksaan perkara yang digelar, Selasa, 6 April 2021, kuasa hukum pasangan calon bupati dan wakil bupati Sabu Raijua Nikodemus dan Yohanis menghadirkan saksi ahli, Margarito Kamis.

    Margarito mengatakan hanya warga negara Indonesia yang memiliki kapasitas konstitusional sebagai subyek pemegang kedaulatan rakyat. Menurut dia, secara hukum, warga negara asing tidak pernah dimaksudkan secara konstitusional sebagai subyek dalam pengisian jabatan kepala daerah, melalui pemilihan langsung atau tidak langsung.

    "Warga negara adalah hal hukum utama, atribut konstitusional mutlak, karena darinya mengalir atau melahirkan hak membentuk atau menjalankan pemerintahan," kata Maragarito pada Rabu, 7 April 2021.

    Tidak adanya kapasitas konstitusional sebagai subyek pemilihan kepala daerah, kata dia, mengakibatkan pencalonannya tidak sah. "Dengan kata lain, calon tersebut, demi hukum, harus dianggap tidak pernah ada," ujar Margarito.

    Sementara itu, Penanggung jawab Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (Konsultan KPU Pusat), Endang Sulastri mengatakan, lolosnya proses pencalonan Orient Riwu Kore karena Bawaslu NTT tidak aktif verifikasi.

    "Ada orang asing yang daftar di KPU, Bawaslu yang mencurigai, harus melakukan klarifikasi ke bersangkutan dan segara merekomendasi ke KPU untuk klarifikasi lebih jauh. Tetapi ini tidak dilakukan. Rekomendasi Bawaslu pasti diikuti oleh KPU. Tetapi, ini Bawaslu malah langsung ke Kedubes," katanya soal pencalonan Orient Riwu Kore.

    Baca juga: MK Sebut Pengecekan KTP Orient Riwu Kore Oleh Bawaslu Baru Setengah Langkah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.