Ini Poin Gugatan Kubu KLB Demokrat Terhadap AHY Cs

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu inisiator Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, HM Darmizal Ms menunjukkan buku akta notaris beserta AD/ART 2001 Partai Demokrat saat melakukan konferensi pers di Jakarta, Selasa, 9 Maret 2021. Dalam KLB Demokrat Deli Serdang, Darmizal juga menjadi salah satu calon ketum. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Salah satu inisiator Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, HM Darmizal Ms menunjukkan buku akta notaris beserta AD/ART 2001 Partai Demokrat saat melakukan konferensi pers di Jakarta, Selasa, 9 Maret 2021. Dalam KLB Demokrat Deli Serdang, Darmizal juga menjadi salah satu calon ketum. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kubu Kongres Luar Biasa atau KLB Demokrat Deli Serdang sudah mendaftarkan gugatan pengesahan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Partai tahun 2020. Gugatan ini didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

    Juru bicara KLB Deli Serdang, Muhammad Rahmad, mengatakan, salah satu isi gugatan adalah meminta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan kawan-kawannya membayar ganti rugi Rp 100 miliar.

    "Uang itu akan kami berikan ke seluruh DPD dan DPC se-Indonesia yang selama ini sudah nyetor ke pusat," kata Rahmad, Selasa, 6 April 2021.

    Dalam gugatannya, kubu pendukung Moeldoko ini meminta hakim membatalkan AD/ART Demokrat tahun 2020 karena dianggap melanggar Undang-undang Partai Politik baik secara formil maupun materiil.

    Mereka juga meminta hakim membatalkan akta notaris AD/ART Demokrat tahun 2020 beserta susunan pengurus DPP di bawah kepemimpinan AHY itu.

    Gugatan kubu KLB Demokrat itu terdaftar di kepaniteraan perdata PN Jakarta Pusat dengan nomor perkara 213/PDT. Parpol/2021/PN.Jkt.Pst pada 5 April 2021.

    Baca juga: Pengamat Sebut Kubu KLB Demokrat Layu Sebelum Berkembang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto