Panglima TNI Kerahkan Prajurit dan Alutsista Bantu Korban Banjir NTT dan NTB

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memeriksa pasukan saat upacara pelepasan Satuan Tugas Maritime Task Force (Satgas MTF) TNI Konga  XXVIII-M/Unifil di Dermaga Utara Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau, Jumat 5 Maret 2021. Sebanyak 119 prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Maritime Task Force (Satgas MTF) TNI Konga  XXVIII-M/Unifil bersama KRI Sultan Iskandar Muda-367 diberangkatkan menuju Lebanon dalam menjalankan misi perdamaian PBB. ANTARA FOTO/Teguh Prihatna

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memeriksa pasukan saat upacara pelepasan Satuan Tugas Maritime Task Force (Satgas MTF) TNI Konga XXVIII-M/Unifil di Dermaga Utara Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau, Jumat 5 Maret 2021. Sebanyak 119 prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Maritime Task Force (Satgas MTF) TNI Konga XXVIII-M/Unifil bersama KRI Sultan Iskandar Muda-367 diberangkatkan menuju Lebanon dalam menjalankan misi perdamaian PBB. ANTARA FOTO/Teguh Prihatna

    TEMPO.CO, JakartaPanglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memerintahkan pengerahan prajurit dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk membantu korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Salah satu alutsista yang disiapkan untuk mengangkut bantuan kemanusiaan adalah KRI Oswald Siahaan (OWA)-354.

    "Hari ini, saya telah memerintahkan Kasal untuk memberangkatkan KRI OWA-354 dalam rangka mengangkut bantuan dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Sosial RI menuju lokasi bencana di NTT dan NTB,” kata Panglima TNI sesaat sebelum bertolak ke wilayah Natuna, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa 6 April 2021.

    Selain mengerahkan KRI OWA-354, TNI juga mengerahkan pesawat Hercules C-130 dan helikopter untuk membantu korban bencana alam di NTT dan NTB.

    "Selain membawa bantuan untuk korban bencana alam di NTT dan NTB, TNI juga memberangkatkan prajuritnya untuk membantu evakuasi dan pertolongan pertama," kata Marsekal Hadi.

    TNI juga menyiagakan pesawat angkut berat C-130 Hercules dari Skuadron Udara 31 Lanud TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Skuadron Udara 32 Lanud TNI AU Abdulrachman Saleh Malang, untuk mengangkut pasukan TNI dan bantuan kemanusiaan.

    "Pengerahan KRI dan pesawat angkut berat, serta prajurit TNI ke wilayah bencana alam di NTT dan NTB, merupakan bagian dari operasi militer selain perang yang memang menjadi salah satu tugas pokok TNI," kata mantan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) itu pula.

    Rencananya, kata Panglima TNI, TNI akan memberangkatkan Batalion Zeni dari Kodam IX/Udayana Bali dan Kodam XIV/Hasanuddin Makassar untuk membantu membersihkan lokasi banjir bandang. "Dikerahkan Batalion Zeni TNI menuju ke lokasi bencana untuk membantu membersihkan daerah terdampak, sekaligus melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi," katanya.

    Baca: BMKG Sebut Siklon Seroja Tak Lazim, Bisa Picu Gelombang Tinggi Mirip Tsunami


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.