BNPB Kerahkan 4 Heli dan 1 Pesawat Kargo Distribusikan Logistik ke NTT

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengamati lumpur akibat banjir bandang yang menerjang Waiwerang, Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Senin, 5 April 2021. Bencana besar terakhir di NTT terjadi pada November 2010 dengan korban jiwa 31 orang. ANTARA/Pion Ratuloli

    Warga mengamati lumpur akibat banjir bandang yang menerjang Waiwerang, Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Senin, 5 April 2021. Bencana besar terakhir di NTT terjadi pada November 2010 dengan korban jiwa 31 orang. ANTARA/Pion Ratuloli

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan empat helikopter dan satu pesawat kargo untuk mendistribusikan bantuan logistik bagi korban banjir bandang Nusa Tenggara Timur (NTT).

    "BNPB sudah menyiapkan sejumlah helikopter, hari ini sudah tiba dua unit, dua unit lagi menyusul, heli-heli ini akan digunakan di Lembata, Larantuka dan Adonara serta nantinya untuk membantu mobilisasi logistik dari Kupang ke Malaka termasuk ke Alor," ujar Kepala BNPB Doni Monardo dalam konferensi pers daring, Selasa, 6 April 2021.

    Daerah-daerah yang disebutkan Doni tersebut merupakan beberapa lokasi yang terdampak banjir bandang paling parah. Akses ke beberapa lokasi tersebut sulit karena hanya bisa lewat jalur laut, sementara cuaca masih ekstrem.

    "BNPB juga menyiagakan pesawat kargo di Kupang untuk bantu logistik baik ke Lembata atau kawasan lain yang membutuhkan," tuturnya.

    Banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang menerjang 11 kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur pada Ahad lalu. Kondisi terparah terjadi di Kabupaten Flores Timur, Alor, dan Lembata. Data BNPB hingga tadi pagi, total warga meninggal dunia sebanyak 128 orang dan warga yang hilang mencapai 72 orang. Ratusan rumah juga hancur dan hilang diterjang bah.

    Presiden Jokowi meminta BNPB dan pemerintah daerah segera mendata titik pengungsian memastikan bantuan logistik tersalurkan. "Termasuk tenda dapur lapangan untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi para pengungsi, juga kebutuhan untuk bayi dan anak-anak, terutama air bersih dan MCK-nya," tuturnya.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Alasan Batch CTMAV547 Vaksin AstraZeneca Dihentikan Pemerintah

    Pemerintah menghentikan penggunaan vaksin Astra Zeneca dengan batch CTMAV547 karena dua alasan. Padahal vaksin ini sempat didistribusikan secara luas.