Terpopuler Nasional: Larangan Mudik dan BMKG Prediksi Siklon Tropis Menguat

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemudik membawa barangnya saat tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Ahad, 9 Juni 2019. Pemudik memadati Stasiun Pasar Senen pada puncak arus balik Lebaran 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah pemudik membawa barangnya saat tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Ahad, 9 Juni 2019. Pemudik memadati Stasiun Pasar Senen pada puncak arus balik Lebaran 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebijakan larangan Mudik Lebaran 2021 menjadi topik paling terpoupler di kanal nasional Tempo.co. Larangan mudik sebelumnya diumumkan pemerintah pada 26 Maret 2021 dan saat ini aturan turunannya sedang digodok di Kementerian Perhubungan.

    Selain larangan mudik, perseteruan di tubuh Partai Demokrat dan prediksi BMKG tentang siklon tropis Seroja yang akan menguat menjadi topik yang menjadi perhatian selanjutnya. Berikut rangkumannya 

    Larangan Mudik 2021

    Korps Lalu Lintas Polri bakal memutar balik semua kendaraan yang nekat pergi mudik Lebaran 2021. Kepala Bagian Operasional Korps Lalu Lintas Polri Komisaris Besar Rudi Antariksawan mengatakan, kebijakan putar balik itu sebagai tindak lanjut atas perintah pemerintah yang melarang masyarakat untuk mudik.

    Polisi pun telah menyiapkan 333 titik sekat di seluruh wilayah di Indonesia. "Yang melintas diperiksa, diputarbalikkan," ucap Rudi saat dikonfirmasi pada Senin, 5 April 2021.

    Meski begitu, kendaraan barang serta adanya masyarakat yang memiliki kepentingan khusus, diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

    "Yang boleh jalan itu adalah orang yang dalam keadaan dinas, mendesak, ada surat tugasnya. Kalau dia mungkin orang tuanya sakit keras, atau mau melayat itu ada surat keterangan dari lurah bisa itu. Jadi semua yang mau lewat kami putar balikan, kecuali kendaraan barang, semua kami cegah," ujar Rudi.

    Pemerintah melarang mudik lebaran 2021 mulai 6 hingga 17 Mei 2021. Larangan mudik ini di peruntukan bagi seluruh kalangan masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN), TNI -Polri, karyawan swasta maupun pekerja mandiri.

    Razman Tak Temukan Keabsahan KLB Demokrat

    Razman Arif Nasution menanggapi pernyataan advokat Saiful Huda Ems yang mengaku sebagai Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Demokrat pimpinan Moeldoko. Razman mengaku tak mengenal atau mengetahui rekam jejak Saiful.

    "Saiful Huda saya enggak kenal Anda, saya tidak tahu rekam jejak Anda dan saya tidak tahu Anda siapa. Saya hanya baru satu dua kali ketemu Anda," kata Razman Arif Nasution dalam keterangan video, Ahad malam, 4 April 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.