Berkas Tuntutan Belum Beres, Sidang Kasus Kebakaran Kejaksaan Agung Ditunda

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah saksi saat diambil sumpahnya dalam sidang lanjutan kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 8 Maret 2021. Sidang tersebut beragendakan pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah saksi saat diambil sumpahnya dalam sidang lanjutan kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 8 Maret 2021. Sidang tersebut beragendakan pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, JakartaMajelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menunda sidang kasus kebakaran Kejaksaan Agung dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap enam terdakwa. 

    Majelis Hakim memutuskan menunda sidang karena jaksa penuntut umum mengaku belum selesai menyusun dokumen penuntutan. “Kami minta (tambahan) waktu seminggu,” kata jaksa ke Majelis Hakim, Senin, 5 April 2021.

    Majelis hakim memutuskan persidangan ditunda dan kembali digelar pada Senin 19 April 2021. "Dengan acara penuntut membacakan tuntutan pidana,” kata Ketua Majelis Hakim Elfian.

    Majelis Hakim justru memberi tambahan waktu bagi jaksa dengan catatan tidak ada lagi alasan dokumen penuntutan belum selesai disusun. “Jangan tunda-tunda (lagi),” kata Elfian.

    ADVERTISEMENT

    Kuasa hukum para terdakwa, Kurnia Hadi, juga meminta tambahan waktu yang sama, yaitu selama dua minggu, untuk penyusunan dokumen pembelaan.

    Majelis Hakim langsung mengabulkan permintaan kuasa hukum. Bahkan Elfian tidak keberatan jika pengacara terdakwa membutuhkan waktu lebih lama, misalnya tiga minggu.

    Ada enam terdakwa dalam kasus kebakaran Kejaksaan Agung. Mereka dibagi menjadi tiga berkas perkara. 

    Berkas perkara nomor 50/Pid.B/2021/PN JKT.SEL ditujukan untuk terdakwa Imam Sudrajat. Lalu berkas perkara no. 51/Pid.B/2021/PN JKT.SEL ditujukan untuk empat terdakwa, yaitu Sahrul Karim, Karta, Tarno, dan Halim. Terakhir, berkas perkara no. 52/Pid.B/2021/PN JKT.SEL ditujukan untuk Uti Abdul Munir.

    Jaksa sebelumnya mendakwa enam orang tersebut atas perbuatan lalai yang menimbulkan kebakaran gedung Kejaksaan Agung. Keenam orang itu didakwa oleh jaksa dengan Pasal 188 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Baca juga: Kejaksaan Agung Anggap Kasus Djoko Tjandra Sudah Tuntas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.