Eks Kepala BAIS Nilai Teror Gereja Makassar dan Mabes Polri Tanggung Jawab BNPT

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyiagakan anjing pelacak deteksi bahan peledak di Polres Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis, 1 April 2021. Polres Batang meningkatkan pengamanan mako lebih ketat dengan mensiagakan anjing pelacak deteksi bahan peledak, kamera pengawas atau CCTV dan penggunaan 'metal detector' oleh petugas pasca penembakan warga penyusup yang diduga teroris di Mabes Polri. ANTARA/Harviyan Perdana Putra

    Petugas menyiagakan anjing pelacak deteksi bahan peledak di Polres Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis, 1 April 2021. Polres Batang meningkatkan pengamanan mako lebih ketat dengan mensiagakan anjing pelacak deteksi bahan peledak, kamera pengawas atau CCTV dan penggunaan 'metal detector' oleh petugas pasca penembakan warga penyusup yang diduga teroris di Mabes Polri. ANTARA/Harviyan Perdana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Eks Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) Soleman Ponto, menilai dua aksi terorisme yang terjadi di Gereja Katedral Makassar dan Mabes Polri dalam sepekan belakangan, bukan merupakan kesalahan intelijen. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), ia nilai paling bertanggung jawab dalam terjadinya kedua peristiwa tersebut.

    "Sekarang ini harusnya mari kita bertanya kepada BNPT, apa yang telah mereka perbuat sehingga teroris ini, kok, masih bergentayangan," kata Soleman dalam diskusi daring yang disiarkan Ahad, 4 April 2021.

    Soleman mengatakan sejak terjadinya aksi teror bom di kawasan Jalan Thamrin pada 2016, ia telah mengingatkan kegagalan BNPT dalam mencegah terjadinya teror. Namun hingga saat ini, ia menilai tak banyak yang berubah. Ia mengaku tak pernah tahu bagaimana BNPT bekerja menindak masalah terorisme tersebut.

    "Kalau kita menggunakan ilmu gunung es, mereka ini bekerja 2/3 itu ada di bawah permukaan. Sedangkan 1/3 ya sekarang ini. Setelah dia meledak baru kelihatan dia di atas, tapi itu baru 1/3. Yang 2/3 di bawah permukaan terstruktur apa tidak? Kan di situ," kata Soleman.

    Alhasil, Soleman melihat saat ini BNPT terkesan seakan hanya sebatas menunggu terjadinya aksi teror saja untuk bertindak. Hal ini, kata dia, terjadi karena BNPT belum menyentuh akar permasalahan dari terorisme itu sendiri. "Sepanjang kita belum menyentuh permasalahannya, kita tinggal menunggu setiap saat dia akan muncul," kata Soleman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.