Tempo Siap Beri Keterangan pada Penyidik Soal Kasus Jurnalis Nurhadi

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wahyu Dhyatmika, Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, saat perayaan ulang tahun ke-50 Tempo, 6 Maret 2021.[TEMPO]

    Wahyu Dhyatmika, Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, saat perayaan ulang tahun ke-50 Tempo, 6 Maret 2021.[TEMPO]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Wahyu Dhyatmika menyatakan kesiapannya jika dimintai keterangan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur berkaitan dengan kasus penganiayaan Nurhadi.

    Nurhadi, jurnalis Tempo di Surabaya, dianiaya oleh sekitar sepuluh orang pada Sabtu malam pekan lalu ketika berusaha mewawancarai bekas Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Angin Prayitno Aji . Angin sedang menggelar pesta resepsi pernikahan anaknya di Graha Samudra, Bumimoro, Surabaya.

    Juru bicara tim hukum Nurhadi, Fatkhul Choir, mengatakan dalam pemeriksaan terakhir Nurhadi pada Jumat dinihari, 2 April 2021, penyidik menyatakan berencana memanggil Pimred Tempo, Pimred tempo.co Setri Yasra, serta redaktur desk hukum Majalah Tempo Mustafa Silalahi dan Linda Trianita pada Selasa pekan depan, 6 April 2021.

    Selain Tempo, penyidik juga bakal memanggil Dewan Pers. Menurut Wahyu, Tempo siap menjelaskan seputar kasus Nurhadi pada penyidik. “Kami siap memberikan keterangan,” katanya, Ahad, 4 April 2021.

    Menurut Fatkhul, dalam pemeriksaan maraton pada Kamis siang, 1 Januari hingga Jumat dini hari itu, saksi kunci mengungkapkan kepada penyidik bahwa Komisaris Besar Achmad Yani, besan Angin, sempat keluar dari gedung pesta pernihakan dan melihat Nurhadi yang sedang dianiaya di gudang belakang Graha Samudra.

    Saksi yakin orang tersebut Achmad Yani karena saat menengok gudang sekitar lima menit, ia tidak mengenakan masker. Pakaian yang dikenakannya pun masih pakaian pesta ketika ia berdiri di pelaminan bersama Angin. Setelah melihat penganiayaan yang diduga dilakukan anak buahnya serta sejumlah pengawal Angin itu, Yani kembali masuk gedung. “Dia sama sekali tidak mencegah penganiayaan itu,” kata mantan Ketua KontraS Surabaya ini.

    Fatkhul juga yakin dua anggota polisi penganiaya Nurhadi, Purwanto dan Firman, berkoordinasi dengan Yani. Sebab, kepada Nurhadi, mereka selalu mengatakan ‘menurut Bapak,’ termasuk saat mengantar Nurhadi pulang ke Sidoarjo setelah sempat dibawa ke Hotel Arcadia, kawasan Jembatan Merah. “Kami yakin Bapak yang dimaksud ini Achmad Yani,” kata Fatkhul.

    Fatkhul yang juga koordinator advokasi Aliansi Anti-kekerasan Terhadap Jurnalis ini mendesak kepada polisi agar tak hanya berhenti pada Purwanto dan Firman. Menurutnya, semua yang terlibat dalam penganiayaan pada Nurhadi, baik langsung maupun tak langsung, harus diproses secara hukum.

    Baca Juga: Minta Kasus Penganiayaan pada Nurhadi Diusut, Mahfud Md: Jurnalis Bukan Musuh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.