Ini Saran BIN agar Milenial Tak Terpapar Radikalisme

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Komunikasi dan Informasi Badan Intelejen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto usai diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, 3 Juni 2017. Tempo/Yohanes Paskalis

    Direktur Komunikasi dan Informasi Badan Intelejen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto usai diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, 3 Juni 2017. Tempo/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi VII Badan Intelijen Negara Wawan Hari Purwanto mengatakan orang-orang dengan sifat tertutup atau introvert lebih mudah terpapar paham radikalisme.

    "Sering menyendiri dan menelan mentah apa yang ada. Apalagi dia merasa dalam kesendirian, kurang dekat dengan sekeliling, termasuk keluarga," kata Wawan dalam diskusi Polemik, Sabtu, 3 April 2021.

    Wawan menilai, orang yang sudah terpengaruh paham radikal cenderung menjauh. Mereka juga berpikir bahwa yang tidak seafiliasi sebagai musuh, dianggap tagut, dan wajib diperangi.

    Selain sifat tertutup, Wawan juga mencermati rekrutmen anggota teroris menyasar anak muda karena dianggap masih labil. "Biasanya generasi milenial relatif tidak banyak tanggungan, keberanian lebih, dan lebih emosional dan berpikir pragmatis untuk bisa mencapai, apalagi ada iming-iming daripada susah-susah hidup," ucapnya.

    Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto pun menyarankan agar milenial tidak berubah menjadi teroris lone wolf, mereka harus diberi kesibukan, kegiatan, dan aktivitas terbuka. Dengan demikian, sesuatu yang membelenggu pikirannya akan lebih terurai ketimbang diam.

    Menurut Wawan, aksi intoleran maupun radikal akan masuk dan tumbuh subur di tengah masyarakat yang tidak kritis. Sebab, mereka akan menelan mentah informasi tanpa melakukan pengecekan kembali. "Karenanya kita selalu dorong supaya bacaan dari kaum milenial selalu dikontrol orang tua terdekat, karena orang tua yang paling paham," ujar Wawan.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.