Kunjungi PP Muhammadiyah, AHY Ogah Komentar soal Moeldoko

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono saat tiba di kantor Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Senin, 8 Maret 2021. Kedatangannya tersebut dilakukan untuk menyerahkan berkas resmi kepengurusan Partai yang disertai Surat kuasa pemilih suara yang sah serta bukti mereka tidak memberikan suara untuk Moeldoko. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono saat tiba di kantor Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Senin, 8 Maret 2021. Kedatangannya tersebut dilakukan untuk menyerahkan berkas resmi kepengurusan Partai yang disertai Surat kuasa pemilih suara yang sah serta bukti mereka tidak memberikan suara untuk Moeldoko. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendatangi kantor Pengurus Pusat Muhammadiyah di Yogyakarta, Sabtu, 3 April 2021. Usai bertemu Ketua PP Muhammadiyah Haidar Nashir, AHY enggan dan tidak mau membicarakan politik praktis. Apalagi membicarakan Moeldoko yang ingin mendongkelnya dari tampuk pimpinan partai bintang mercy itu.

    "Untuk berita politik praktis di today lain saja. Saya menghormati betul kantor PP Muhammadiyah yang harus kita jaga. Jangan sampai seolah-olah masuk ke wilayah politik praktis," kata AHY di kantor PP Muhammadiyah di Jalan Cik Di Tiro, Yogyakarta.

    Menurut AHY, ia silaturahmi ke PP Muhammadiyah untuk berdiskusi dengan para pengurusnya. Ada empat poin yang dibicarakan dan didiskusikan, yaitu soal isu-isu kebangsaan dan harapan ke depan. Ia mengapresiasi sikap dan perjuangan Muhammadiyah yang ingin terus mengokohkan persatuan di negeri ini.

    Empat poin yang menjadi pesan Haidar Nashir, yaitu bagaimana menegakkan demokrasi yang berpijak pada konstitusi.  "Kita tahu ujian dan tantangan demokrasi akan terus kita hadapi. Juga termasuk di masa pandemi ini. Ke depannya kita berharap bisa merawat demokrasi dalam semangat berpijak pada konstitusi yang berlaku," kata dia.

    Hal lain yang didiskusikan adalah terkait pancasila. Pancasila yang sudah menjadi keputusan bangsa harus terus dijaga dan diterapkan sebenar-benarnya. "Jangan kita mudah menyarankan Pancasila, padahal kita tidak menerapkan itu sejatinya nilai-nilainya. Kita berharap pancasila jangan menjadi pelabelan saja," imbuh dia.

    Diskusi, kata AHY, juga berlanjut ke soal nilai-nilai keagamaan dan etika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara  yang harus dijaga. "Kita ingin Indonesia juga terus luhur dan jati dirinya terjaga sampai kapan pun. Walau pun kita tahu di tengah-tengah perkembangan zaman dengan teknologi yang luar biasa, politik yang berdasar pada kebohongan-kebohongan diulang-ulang kemudian sangat mudah diyakini menjadi kebenaran yang baru dan menghasut masyarakat kita. Ini bahaya dan memecah belah," kata AHY.

    AHY datang bersama Sekretaris Jendral Partai Demokrat Teuku Riefky Rasya dan Ketua DPD Partai Demokrat Daerah Istimewa Yogyakarta Heri Sebayang. Sedangkan Haedar Nashir menemui rombongan AHY bersama Sekretaris Jenderal PP Muhammadiyah  Agung Danarto. Saat berdiskusi juga ada Buya Syafii Maarif, mantan ketua umum PP Muhammadiyah, secara daring.

    MUH SYAIFULLAH 

    Baca Juga: AHY Sebut Bangun Partai Tidak Mudah, Tak Sedikit Orang Ingin Jalan Pintas



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.