Insentif Tenaga Kesehatan Dikirim Langsung ke Rekening Pribadi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tenaga kesehatan memainkan angklung di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Selasa, 23 Maret 2021. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Sejumlah tenaga kesehatan memainkan angklung di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Selasa, 23 Maret 2021. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengeluarkan Keputusan Nomor HK.01.07/MENKES/4239/2021 tentang Pemberian Insentif dan Santunan Kematian bagi Tenaga Kesehatan yang Menangani Covid-19. Aturan baru ini salah satunya mengatur bahwa insentif akan dikirim langsung ke rekening nakes.

    Pelaksana tugas Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Kesehatan, Kirana Pritasari menyebut, aturan baru ini diharapkan bisa menghindari beberapa hal yang dikhawatirkan terjadi, antara lain adanya sorotan kemungkinan terjadinya pungutan atau pemotongan.

    Tujuan lainnya, guna mempermudah monitoring apabila terjadi keterlambatan pembayaran insentif nakes. Diketahui hingga saat ini, lanjut Kirana, pemberian insentif nakes 2020 juga masih ada tunggakan yang belum diselesaikan.

    “Dengan terbitnya peraturan Menteri Kesehatan ini maka kami di PPSDM akan berusaha untuk segera mempercepat proses pembayaran untuk 2021,” tuturnya dikutip dari laman resmi Kemenkes, Sabtu, 3 April 2021.

    Aturan anyar ini juga mengatur, usulan penerima insentif harus berasal dari fasilitas kesehatan. Selanjutnya, rekening tenaga kesehatan harus diinformasikan kepada badan PPSDM agar insentif bisa dibayarkan langsung.

    Selanjutnya juga diatur, semakin tinggi risiko paparan terhadap penyebaran Covid-19, maka akan mendapatkan insentif secara lebih optimal sehingga ada perbedaan para tenaga kesehatan yang bekerja pada zona-zona tertentu.

    Kirana menyebut, usai Keputusan Menteri Kesehatan ini disosialisasikan, faskes bisa segera mengusulkan nakes yang akan mendapat insentif pada April ini, sehingga insentif dan santunan untuk 2021 bisa segera dibayarkan. Sedangkan untuk tunggakan 2020, sedang dilakukan proses review dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk selanjutnya bisa dibayarkan.

    “Kami mengharapkan komunikasi yang sudah dibangun selama ini, koordinasi yang sudah terjadi kita tingkatkan. Fasilitas kesehatan yang menangani Covid-19 juga diharapkan melaporkan secara periodik mengenai telah diterimanya dana insentif tenaga kesehatan ini, sehingga kita sama-sama bisa memonitor menghindari keterlambatan dalam pembayaran insentif tenaga kesehatan ini," tutur Kirana.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.