Eks Napi Terorisme Ungkap Perubahan Tren Pelaku Teror

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel Kepolisian Polres Aceh Barat melakukan pemeriksaan terhadap pengujung di gerbang pintu masuk Mapolres Aceh Barat, Aceh, Kamis, 1 April 2021. Polres Aceh Barat memperketat dan meningkatkan pengamanan sebagai bentuk antisipasi pasca-serangan yang diduga teroris di Mabes Polri Jakarta. ANTARA/Syifa Yulinnas

    Personel Kepolisian Polres Aceh Barat melakukan pemeriksaan terhadap pengujung di gerbang pintu masuk Mapolres Aceh Barat, Aceh, Kamis, 1 April 2021. Polres Aceh Barat memperketat dan meningkatkan pengamanan sebagai bentuk antisipasi pasca-serangan yang diduga teroris di Mabes Polri Jakarta. ANTARA/Syifa Yulinnas

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan narapidana terorisme, Haris Amir Falah, menilai keterlibatan perempuan sebagai pelaku teror terjadi karena ada perubahan tren.

    "Sekarang trennya wanita. Bahkan beberapa yang saya temukan di lapangan justru wanita lebih militan daripada laki-laki," kata Haris dalam diskusi Polemik, Sabtu, 3 April 2021.

    Eks pimpinan Jamaah Anshorud Tauhid (JAT) Jakarta ini pun membandingkan tren aksi teror pada 2010 atau sebelum ia ditangkap. Saat itu, tren aksi teror tidak melibatkan wanita dan anak-anak. Namun, kini lebih banyak istri yang mengajak suaminya untuk menjadi pelaku teror.

    "Bahkan teman saya di Jakarta Selatan, dia ditinggal hijrah oleh istrinya karena dianggap kafir, tidak mau ikut JAD (kelompok teroris Jamaah Ansharud Daulah). Jadi memang ini luar biasa. Munculnya wanita yang terakhir begitu nekatnya di Mabes Polri," kata dia.

    Dengan adanya kejadian bom bunuh diri di Makassar dan penyerangan ke Mabes Polri, Haris menegaskan paham radikalisme masih masif di masyarakat. Ia juga menyampaikan bahwa radikalisme dan aksi teror bukan bagian dari ajaran agama manapun, termasuk Islam.

    "Saya selalu mengatakan melawan terorisme, radikalisme itu bukan melawan agama. Kita harus punya kesepakatan untuk memberantas ini semua, karena daya rusaknya luar biasa. Saya pribadi pernah mengalami itu," ucapnya.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto