PBNU Sebut Teroris Keliru Pahami Makna Jihad

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua PBNU Robikin Emhas usia diskusi Setara Institute di AOne Hotel, Jakarta Pusat, 8 Februari 2018. Tempo / Friski Riana

    Ketua PBNU Robikin Emhas usia diskusi Setara Institute di AOne Hotel, Jakarta Pusat, 8 Februari 2018. Tempo / Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mengatakan para teroris keliru memahami makna jihad.

    "Ini kekeliruan mendasar. Jihad betul perintah agama, tapi di Alquran sendiri, ayat yang menyebut jihad tidak kurang 42 ayat, makanya tidak tunggal," kata Robikin dalam diskusi Polemik, Sabtu, 3 April 2021.

    Robikin menjelaskan, jihad tidak secara harafiah diartikan sebagai perang, apalagi menyematkannya dengan pedang, darah, dan air mata. Sebab, jihad juga kesungguhan manusia untuk melawan hawa nafsu.

    Ketua PBNU ini menceritakan, Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan bahwa setelah perang badar akan memasuki perang yang lebih berat, yaitu perang melawan hawa nafsu. Di era saat ini, jihad yang pertama dilakukan adalah melawan hawa nafus agar tidak melakukan tindakan destruktif yang merugikan diri dan orang lain.

    Dalam konteks negara bangsa seperti Indonesia, kata Robikin, jihad juga harus dimaknai memperjuangkan agar segenap kebodohan bisa dihilangkan, mencerdaskan kehidupan bangas dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi. 

    Bahkan, menurut Robikin, seseorang yang bekerja dan mendapat honorarium juga merupakan jihad, karena bekerja demi anak dan istrinya agar bisa melangsungkan kehidupan dengan baik. "Menghilangkan kemiskinan ini penting," katanya mengomentari para teroris yang salah memaknai jihad.

    Baca: Peneliti LP3ES Paparkan Alasan Perempuan yang Terlibat Terorisme Jadi Lebih Aktif


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto