Razman Nasution Sebut Kubu KLB Demokrat Kena Virus Halusinasi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat KLB Razman Nasution usai laporannya terhadap Andi Alfian Mallarangeng ditolak di SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu, 13 Maret 2021. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat KLB Razman Nasution usai laporannya terhadap Andi Alfian Mallarangeng ditolak di SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu, 13 Maret 2021. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Razman Nasution membantah tudingan dirinya terkena virus lemah gairah sehingga mundur dari posisi Ketua Advokasi dan Hukum DPP versi KLB Demokrat. Tudingan lemah gairah itu sebelumnya dilontarkan oleh juru bicara kubu KLB Deli Serdang, Muhammad Rahmad.

    "Saudara Rahmad dia tidak tahu, jadi Anda enggak usah statement yang Anda tidak tahu, apalagi dengan mengatakan saya terkena virus kurang gairah," kata Razman ketika dihubungi, Sabtu, 3 April 2021.

    Juru bicara Demokrat KLB Deli Serdang, Muhammad Rahmad, mengatakan pihaknya menghargai keputusan Razman. Namun ia mengatakan apa yang dilakukan kubu Moeldoko memang perlu energi ekstra dan antibodi politik kuat.

    Rahmad mengatakan sudah berjuang mengembalikan Demokrat menjadi partai yang demokratis, terbuka, dan untuk kesejahteraan rakyat. "Mana yang tidak kuat akan mudah terserang virus lemah gairah dan terseleksi secara alamiah," kata Rahmad.

    Razman justru menyebut kubu Moeldoko terkena virus halusinasi. Ia mengatakan selama masih ada Nazaruddin dan Darmizal, tujuan menyelamatkan Partai Demokrat dan demokratisasi di partai mercy itu hanya angan-angan.

    Menurut Razman, keberadaan Nazaruddin sebagai mantan terpidana korupsi menjadi beban partai. Ia juga menyebut Nazaruddin dan Darmizal terlalu mendominasi urusan di kubu Moeldoko. "Saya jadi tidak gairah karena mereka itu. Saya justru melihat ada halusinasi yang terbangun di dalam," kata dia.

    Razman mengaku pernah ribut dengan Darmizal dan Nazaruddin masalah kewenangan. Dia mengatakan kubu Moeldoko selama ini menuding adanya amputasi kewenangan di kubu Agus Harimurti Yudhoyono, padahal hal itu justru terjadi di pihak KLB Demokrat. "Saya merasakan ada amputasi kewenangan-kewenangan saya," ucapnya.

    Baca juga: Demokrat Kubu KLB Sebut Tetap Solid Bersama Moeldoko


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.