Demokrat Kubu Moeldoko Minta SBY dan AHY Minta Maaf ke Jokowi

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) bersama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) menyampaikan keterangan pers terkait KLB Partai Demokrat di Puri Cikeas, Bogor, Jumat, 5 Maret 2021. Saat menjadi Presiden, SBY pernah menunjuk Moeldoko sebagai Panglima TNI pada 2013 lalu. ANTARA/Asprilla Dwi Adha

    Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) bersama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) menyampaikan keterangan pers terkait KLB Partai Demokrat di Puri Cikeas, Bogor, Jumat, 5 Maret 2021. Saat menjadi Presiden, SBY pernah menunjuk Moeldoko sebagai Panglima TNI pada 2013 lalu. ANTARA/Asprilla Dwi Adha

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Muhammad Rahmad, mengatakan menghormati keputusan Kementerian Hukum dan HAM yang menolak hasil kongres. Hal ini, kata dia, membantah tudingan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

    SBY dan AHY disebut telah menuding pemerintah mengintervensi polemik di Demokrat. "Ini membuktikan bahwa tidak ada sama sekali intervensi pemerintah dalam persoalan internal Partai Demokrat," kata Rahmad dalam keterangan tertulis, Jumat, 2 April 2021.

    Keputusan tersebut, kata Rahmad, membuktikan bahwa Moeldoko telah difitnah oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Selama ini, ia mengatakan, banyak tudingan pemerintah berada di belakang Moeldoko yang dipilih menjadi ketua umum versi KLB Demokrat di Deli Serdang.

    Ia mengajak semua pihak menggunakan cara politik cerdas, bersih, santun, dan tak menebar kebohongan serta fitnah ke masyarakat. Rahmad juga mendorong SBY dan AHY agar meminta maaf pada Presiden Jokowi dan Moeldoko atas tuduhannya selama ini.

    "Sebagai hamba yang beriman dan menjelang puasa Ramadan, mudah-mudahan SBY dan AHY menyampaikan permohonan maaf kepada Bapak Presiden Jokowi, Pemerintah dan kepada Bapak Moeldoko karena telah menuduh macam-macam," kata Rahmad soal polemik di Demokrat.

    Baca juga: Kubu Moeldoko Bilang SBY Mesti Cium Tangan Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.