Respons Teror di Mabes Polri dan Makassar, TNI Tingkatkan Pengamanan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memeriksa pasukan saat upacara pelepasan Satuan Tugas Maritime Task Force (Satgas MTF) TNI Konga  XXVIII-M/Unifil di Dermaga Utara Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau, Jumat 5 Maret 2021. Sebanyak 119 prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Maritime Task Force (Satgas MTF) TNI Konga  XXVIII-M/Unifil bersama KRI Sultan Iskandar Muda-367 diberangkatkan menuju Lebanon dalam menjalankan misi perdamaian PBB. ANTARA FOTO/Teguh Prihatna

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memeriksa pasukan saat upacara pelepasan Satuan Tugas Maritime Task Force (Satgas MTF) TNI Konga XXVIII-M/Unifil di Dermaga Utara Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau, Jumat 5 Maret 2021. Sebanyak 119 prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Maritime Task Force (Satgas MTF) TNI Konga XXVIII-M/Unifil bersama KRI Sultan Iskandar Muda-367 diberangkatkan menuju Lebanon dalam menjalankan misi perdamaian PBB. ANTARA FOTO/Teguh Prihatna

    TEMPO.CO, Jakarta - Tentara Nasional Indonesia (TNI) meningkatkan pengamanan di tempat-tempat keramaian, objek vital nasional termasuk tempat ibadah. Langkah ini diambil setelah adanya serangan yang dilakukan oleh kelompok teroris di Gereja Katedral, Makassar, pada 28 Maret 2021 dan di Mabes Polri Jakarta, 31 Maret 2021.

    “Saya telah memerintahkan seluruh jajaran TNI untuk meningkatkan pengamanan, termasuk gereja hingga objek vital nasional. Peningkatan keamanan dilakukan dengan patroli bersama dan mendirikan Posko Komando Taktis,” kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dalam keterangan tertulis, Kamis, 1 April 2021.

    Hadi menjelaskan bahwa peningkatan eskalasi pengamanan sudah dilakukan sejak hari ini. Pengamanan khususnya dilakukan di gereja, tempat keramaian dan objek vital nasional bekerja sama dengan Polri.

    “Dalam meningkatkan pengamanan tersebut, TNI bersama Polri telah membentuk Patroli Bersama dengan mendirikan Posko Komando Taktis di titik-titik terpilih,” ujar Hadi.

    Ia juga mengatakan peningkatan pengamanan tersebut merespons perintah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu yang menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi teroris di Indonesia.

    “Presiden Joko Widodo memberi perintah kepada saya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan untuk meningkatkan kewaspadaan serta memberi keyakinan dan rasa aman kepada masyarakat dalam melaksanakan aktivitas,” kata Panglima TNI Hadi ihwal pengamanan usai serangan teror di Mabes Polri.

    Baca juga: Jawaban Mabes Polri soal Terduga Teroris Lolos Masuk hingga Area Utama


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.