Jelang Paskah, Polisi Tambah Personel Bersenjata di Lokasi Objek Vital

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Istiono (tengah). ANTARA/ HO-NTMC Polri

    Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Istiono (tengah). ANTARA/ HO-NTMC Polri

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Istiono menyatakan akan ada penambahan personel bersenjata di sejumlah titik objek vital. Hal itu dilakukan dalam rangka pengamanan perayaan Jumat Agung pada 2 April dan Paskah pada 4 April.

    Tak hanya itu, pengamanan juga masih berhubungan dengan aksi penyerangan di Mabes Polri dan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Istiono mengatakan penambahan personel bertujuan agar masyarakat yang merayakan Paskah merasa aman. 

    “Sektor-sektor tempat konsentrasi massa, kami lapis dengan kekuatan-kekuatan yang cukup untuk mengamankan kegiatan masyarakat. Ada senjata dipersiapkan semua di tempat strategis untuk melapis keamanan,” ucap Istiono melalui keterangan tertulis pada Kamis, 1 April 2021.

    Sebagaimana diketahui, pasangan suami istri, L dan YSF alias D, melakukan aksi bom bunuh diri di pintu gerbang Gereja Katedral di Jalan Kajaolalido, MH Thamrin, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Ahad pagi 28 Maret 2021. Akibat ledakan bom dari anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu 20 orang keamanan dan jemaat gereja luka-luka. 

    Selang tiga hari kemudian atau pada 31 Maret 2021, Zakiah Aini melakukan aksi penembakan terhadap anggota di pos jaga area utama Mabes Polri. Beraksi sendiri atau lone wolf, ia melepaskan enam tembakan ke arah polisi sebelumnya akhirnya ditembak balik dan tewas. Polisi lantas meningkatkan pengamanan jelang Paskah.  

    Baca juga: Jawaban Mabes Polri soal Terduga Teroris Lolos Masuk hingga Area Utama

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto