KPK Jadikan Bekas Napi Koruptor Agen Kampanye Antikorupsi

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terpidana kasus suap Patrialis Akbar (kelima kiri) menunggu pelaksanaan salat Idul Fitri di LP Klas 1 Sukamiskin, Bandung, Jumat, 15 Juni 2018. Menurut Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen, hanya 68 narapidana khusus dinyatakan mendapat remisi Idul Fitri. ANTARA

    Terpidana kasus suap Patrialis Akbar (kelima kiri) menunggu pelaksanaan salat Idul Fitri di LP Klas 1 Sukamiskin, Bandung, Jumat, 15 Juni 2018. Menurut Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen, hanya 68 narapidana khusus dinyatakan mendapat remisi Idul Fitri. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta-Pelaksana tugas Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wawan Wardiana mengajak eks narapidana korupsi untuk menjadi agen kampanye antikorupsi.

    Dia menganggap mantan napi tersebut sebagai penyintas korupsi. "Masyarakat apapun termasuk di Lapas yang kebetulan punya pengalaman, penyintas korupsi," kata Wawan di Lapas Sukamiskin Bandung, Rabu, 31 Maret 2021.

    KPK berencana mengajak para napi program asimilasi yang sebentar lagi bebas untuk menjadi agen penyuluh antikorupsi. Ada 25 orang napi yang mengikuti program tersebut.

    Wawan mengatakan kegiatan ini akan berlanjut tak cuma di Sukamiskin. Dia mengharapkan mantan napi koruptor yang memiliki pengalaman langsung tentang korupsi dapat membagikan pengalaman itu ke masyarakat.

    "Harapannya pengalaman itu bisa diterima oleh masyarakat lain dan tidak jadi untuk melakukan korupsi," ujar dia.

    Baca Juga: Wabah Corona, Yasonna Usul Napi Koruptor di Atas 60 Tahun Bebas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto