Firli Bahuri Jelaskan Kebijakan Baru di KPK Soal Pengumumam Tersangka

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, saat syuting bersama Ketua KPK Firli Bahuri (kanan), di KPK Jakarta, Kamis, 18 Maret 2021. TEMPO/Imam Sukamto

    Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, saat syuting bersama Ketua KPK Firli Bahuri (kanan), di KPK Jakarta, Kamis, 18 Maret 2021. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri menjelaskan alasan menerapkan kebijakan baru mengenai pengumuman penetapan tersangka. Salah satu alasannya, dia tak ingin keluarga tersangka pelaku kasus korupsi ikut terdampak oleh pengumuman tersebut.

    "Kalau seseorang kami umumkan tersangka korupsi, setidaknya anak, istri, orang tua, handai taulan, keponakan itu juga ikut terpenjara, juga ikut menerima hukuman. Itu kami tidak ingin," kata dia di depan sejumlah terpidana korupsi dalam acara Penyuluhan Antikorupsi di Lapas Sukamiskin, Bandung, Rabu, 31 Maret 2021.

    Sebagaimana diketahui, pengumuman tersangka di era kepemimpinan Firli Bahuri dilakukan pada saat penahanan atau penangkapan. Salah satu contohnya adalah kasus dugaan suap pemeriksaan pajak di Ditjen Pajak, Kemenkeu.

    KPK telah mengkonfirmasi soal status tersangka di kasus suap pajak itu namun enggan menyebutkan identitas pelaku. Sementara, sudah banyak media massa yang menyebutkan bahwa KPK diduga menetapkan mantan Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Angin Prayitno Aji menjadi tersangka kasus suap pajak itu.

    Firli mengatakan tidak ingin mengumumkan penetapan tersangka kasus korupsi secara terburu-buru, namun proses penyidikannya masih membutuhkan waktu lama. "Kami tidak ingin lagi mengumumkan si A terlibat korupsi lama gitu prosesnya, menunggu," kata dia.

    Karena alasan itu pula, Firli Bahuri mengatakan, tak ada lagi istilah Jumat Keramat di masa kepemimpinannya. Jumat Keramat merujuk pada kebiasaan era pimpinan KPK sebelumnya yang sering mengumumkan tersangka baru atau melakukan penangkapan pada hari Jumat. "Kami tidak ingin dikatakan kami menarget seseorang," ujar Ketua KPK.

    Baca juga: Ketua KPK Firli Bahuri: Tidak Ada Lagi Jumat Keramat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.