BNPT Ungkap Cara Cepat Polri Ungkap Identitas Pelaku Bom Bunuh Diri Makassar

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BNPT Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar dalam acara silaturahmi dan dialog kebangsaan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) dan Tokoh Agama yang berlangsung di Pondok Pesantren Ihya'ul Qur'an, Kabupaten Wonogiri, pada Jumat 28 Agustus 2020. Dok.BNPT

    Kepala BNPT Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar dalam acara silaturahmi dan dialog kebangsaan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) dan Tokoh Agama yang berlangsung di Pondok Pesantren Ihya'ul Qur'an, Kabupaten Wonogiri, pada Jumat 28 Agustus 2020. Dok.BNPT

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Boy Rafli menjelaskan cara Polri mengungkap identitas pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar meski proses identifikasi jasad belum rampung. 

    Boy Rafli mengatakan, kuncinya adalah proses olah tempat kejadian perkara (TKP). "Kan di TKP ini banyak data yang bisa bicara dan kenapa bisa cepat? Ternyata jenazah dari L, kepalanya utuh artinya mudah sekali," ucap dia dalam diskusi daring Tempo berjudul 'Jaringan Teror Makassar' pada Selasa, 30 Maret 2021.

    Masih utuhnya kepala itu, membuat wajah L terlihat jelas. Sehingga memudahkan saat Polri mengonfirmasi data ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. 

    "Akhirnya kesimpulan awal ditambah dari pemeriksaan yang terlebih dulu ditangkap," kata Kepala BNPT Boy Rafli. Selain itu, pemeriksaan DNA pun juga dilakukan untuk memperkuat dan melengkapi identitas. 

    L dan YSF alias D melakukan aksi bom bunuh diri di pintu gerbang Gereja Katedral di Jalan Kajaolalido, MH Thamrin, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Ahad pagi 28 Maret 2021. Akibat ledakan tersebut, 20 orang keamanan dan jemaah gereja luka-luka. Mereka kini sedang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

    L dan YSF alias D yang menjadi pelaku bom bunuh diri diketahui anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang diduga terlibat dalam pengeboman di Jolo, Filipina Selatan pada 2019 lalu. 

    ANDITA RAHMA

    Baca: BNPT Akui Pelaku Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Luput dari Pantauan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.