Komnas KIPI Rekomendasikan Sulut Lanjutkan Penyuntikan Vaksin AstraZeneca

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perawat mengisi jarum suntik dengan vaksin Covid-19 AstraZeneca di pusat perawatan kesehatan di Seoul pada 26 Februari 2021, ketika Korea Selatan memulai program vaksinasi virus corona. [Jung Yeon-je / Pool melalui REUTERS]

    Seorang perawat mengisi jarum suntik dengan vaksin Covid-19 AstraZeneca di pusat perawatan kesehatan di Seoul pada 26 Februari 2021, ketika Korea Selatan memulai program vaksinasi virus corona. [Jung Yeon-je / Pool melalui REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) merekomendasikan agar Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melanjutkan program vaksinasi Covid-19 dengan menggunakan vaksin AstraZeneca.

    Sebelumnya, pemberian vaksin AstraZeneca kepada masyarakat di Sulawesi Utara dihentikan saat baru berjalan tiga hari penyuntikan, setelah muncul ratusan kasus gejala seperti demam, menggigil, nyeri badan dan tulang, hingga mual dan muntah pascavaksinasi.

    Ketua Komnas KIPI, Hindra Irawan Satari menyebut, pihaknya sudah melakukan kajian setelah menerima laporan tersebut. Hasilnya, KIPI yang ditimbulkan tersebut termasuk reaksi ringan. "Rekomendasi kami, KIPI di Sulut termasuk ringan dan sebagian kecil juga berkaitan dengan reaksi kecemasan. Jadi, vaksin ini dapat diteruskan dalam program vaksinasi nasional di Sulut," ujar Hindra dalam konferensi pers daring, Selasa, 30 Maret 2021.

    Komnas KIPI juga sudah mengeluarkan surat rekomendasi yang ditujukan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Tim Komisariat Daerah (Komda) KIPI agar program vaksinasi dengan vaksin AstraZeneca bisa diteruskan kembali. "Kami sudah mengumpulkan laporan dari seluruh Indonesia, seluruh vaksin yang digunakan di Indonesia saat ini aman," tuturnya.

    DEWI NURITA

    Baca: Ini Penjelasan Soal Penghentian Sementara Pemakaian Vaksin AstraZeneca di Sulut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.