Kasus Bansos, KPK Periksa Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto berbicara dalam rapat kerja dengan Menteri Agama Fachrul Razi  di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 18 November 2020. Dalam kegiatan ini, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily menyebut soal acara pernikahan putri pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang melanggar protokol kesehatan Covid-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto berbicara dalam rapat kerja dengan Menteri Agama Fachrul Razi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 18 November 2020. Dalam kegiatan ini, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily menyebut soal acara pernikahan putri pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang melanggar protokol kesehatan Covid-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perihal kasus bansos Covid-19 pada hari ini, 30 Maret 2021. Yandri diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Matheus Joko Santoso, eks Pejabat Pembuat Komitmen Kementerian Sosial.

    "Saya sebagai warga negara yang baik, hadir memenuhi panggilan pukul 14.00 WIB siang tadi," ujar Yandri usai diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan pada Selasa, 30 Maret 2021.

    Namun, Yandri enggan membeberkan apa saja yang didalami penyidik. Ia mengatakan bahwa hal itu merupakan materi penyidikan.

    "Jumlah pertanyaan, paling tujuh apa delapan tadi. Tapi untuk materi, silakan tanya ke penyidik," ucap Yandri.

    Dalam perkara ini, KPK menetapkan eks Menteri Sosial Juliari Peter Batubara dan dua PPK, Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono menjadi tersangka. KPK menduga melalui bawahannya itu, Juliari mengambli fee Rp 10 ribu dari tiap paket bansos yang disalurkan ke wilayah Jabodetabek. Uang berasal dari para vendor yang mendapatkan proyek pengadaan bansos.

    Dua pengusaha telah menjadi terdakwa pemberi suap yaitu Harry dan Ardian Iskandar Maddanatja. Mereka didakwa menyuap Juliari Batubara supaya dipilih menjadi penyedia paket bansos Covid-19. Harry didakwa menyuap sebanyak Rp 1,28 miliar dan mendapatkan jatah 1,5 juta paket bansos. Sementara Ardian didakwa mendapatkan Rp 115 ribu paket bansos.

    ANDITA RAHMA

    Baca: Saksi: Pejabat Kemensos Menumpuk Uang Bansos Rp 5 Miliar di Dalam Lemari


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.