Setelah Semua Guru Divaksin, Wajib Ada Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 2 Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin, 22 Maret 2021. Pemerintah Kota Bekasi mengizinkan sejumlah sekolah yang berada di Zona Hijau mengadakan pembelajaran tatap muka atau PTM dengan mengikuti pedoman protokol dengan membatasi jumlah siswa hingga 50 persen dengan syarat mendapatkan izin dari orang tua untuk bisa hadir pada pembelajaran tatap muka. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Suasana pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 2 Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin, 22 Maret 2021. Pemerintah Kota Bekasi mengizinkan sejumlah sekolah yang berada di Zona Hijau mengadakan pembelajaran tatap muka atau PTM dengan mengikuti pedoman protokol dengan membatasi jumlah siswa hingga 50 persen dengan syarat mendapatkan izin dari orang tua untuk bisa hadir pada pembelajaran tatap muka. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah resmi membuka kembali sekolah lewat pembelajaran tatap muka terbatas di tengah pandemi Covid-19. Syaratnya, semua tenaga pendidik di sebuah daerah sudah divaksin.

    Kebijakan ini diambil lewat Surat Keputusan Bersama 4 Menteri. Yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

    Dalam paparannya, Nadiem mengatakan pemerintah mantap membuka kembali sekolah karena vaksinasi Covid-19 kepada para tenaga pendidik seperti guru sedang berjalan. "Vaksinasi dibagi menjadi 3 tahap," kata Nadiem.

    Tahap pertama untuk guru PAU, TK SD, SMP atau sederajat. Tahap berikutnya untuk SMA-SMA dan sederajat. Terakhir, untuk tenaga pendidikan perguruan tinggi. Pemerintah menargetkan vaksin tenaga pendidik akan selesai pada Juni 2021. 

    Nadiem mengatakan setelah semua tenaga pendidik di sebuah daerah divaksinasi, pemerintah pusat, daerah, kantor wilayah Kementerian Agama mewajibkan satuan pendidikan untuk menyediakan layanan pembelajaran tatap muka.

    Syaratnya, kata Nadiem, pembelajaran tatap muka terbatas harus dengan protokol kesehatan ketat. Kemudian dikombinasikan dengan pembelajaran jarak jauh. "Keputusan juga ada di tangan orang tua, apakah mengizinkan anaknya untuk pembelajaran tatap muka terbatas atau tetap jarak jauh," kata Nadiem.  

    Nadiem mengatakan dari 23 negara di kawasan Asia Timur dan Asia Pasifik, Indonesia tertinggal dalam hal pembukaan sekolah tatap muka. Menurut dia, 85 persen negara-negara di kawasan tersebut sudah membuka sekolahnya. Ia mengatakan Indonesia termasuk dalam 15 persen negara di kawasan Asia Timur dan Asia Pasifik yang belum sepenuhnya membuka pembelajaran tatap muka.

    Mendikbud mengingatkan semua protokol kesehatan harus terpenuhi. Sekolah, misalnya, belum diperbolehkan membuka kantin selama pembelajaran tatap muka terbatas. Termasuk tak ada kegiatan ekstrakulikuler. "Selain itu, jika ada kasus positif maka akan langsung ditutup," kata Nadiem.

    Baca juga: Mendikbud Nadiem Paparkan Sisi Negatif Pembelajaran Jarak Jauh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto