Kampus Merdeka Jadi Akselerator Pemulihan Ekonomi

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Fotografer/Purwanta BS

    Suasana kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Fotografer/Purwanta BS

    INFO NASIONAL– Dirjen Pendidikan Tinggi KementerianPendidikan dan Kebudayaan Nizam mengatakan kondisi perekonomian dunia dan Indonesia mengalami kontraksi yang cukup dalam akibat pandemik Covid-19. Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 secara tahunan berada di angka minus 2,07 persen. 

    Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang diinisiasi Kemendikbud diharapkan memberikan cara pandang yang berbeda untuk mengatasi ketidakpastian di masa mendatang. “Terlebih kondisi kontraksi ekonomi, Kampus Merdeka diharapkan menjadi bagian akselerator pemulihan perekonomian nasional,” kata Nizam, di kantornya, Senin, 22 Maret 2021.

    Nizam menambahkan, saatini salah satu cara membangkitkan perekonomian bangsa adalah melalui pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas. Berkaca pada Korea Selatan, Nizam menyebut Negara tersebut sempat menjadi negara yang terpuruk di masa lampau, bahkan sempat menjadi salah satu negara termiskin di dunia.

    Saat itu, Negeri Ginseng tidak mempunyai sumber daya alam ataupun pertanian yang dapat diandalkan. Dalam perjalanannya, perekonomian Korea Selatan berangsur-angsur dapat bangkit dengan memanfaatkan sumber daya manusia yang berkolaborasi bersama media dan perguruan tinggi. “Membangun kesadaran publik akan pentingnya sumber daya manusia dan literasi pendidikan, serta pentingnya meningkatkan diri untuk bisa bertahan,” tutur Nizam.

    Strategi dan usaha Korea Selatan tersebut telah berhasil membuat negaranya masuk ke dalam jajaran 10 besar sebagai negara dengan perekonomian terbesar dunia, bersama Amerika Serikat dan Cina.

    Nizam mengungkapkan, orang tua di Korea Selatan mempunyai kesadaran penuh betapa pentingnya pendidikan anak untuk masa depan. Ia menyebut, para orang di sana menghabiskan 26 persen gajinya hanya untuk pendidikan anak. Hal itu bertolak belakang dengan orang tua di Indonesia. “Di kita (Indonesia) masih belum seperti itu, kita masih seolah-olah tugas Negara padahal kan enggak karena ini tugas bersama,” ujarnya.

    Karena itu, Nizam mengajak seluruh masyarakat Indonesia melihat betapa pentingnya pendidikan untuk masa depan. Dengan begitu, kelak Indonesia akan menjadi bangsa yang mandiri dan berkedaulatan.

    Dalam menjalankan Program Kampus Merdeka, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menggelontorkan anggaran yang besar. Rinciannya, program matching fund sebesar Rp 250 miliar, kompetisi Kampus Merdeka Rp 500 miliar, dan tambahan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), Bantuan Pendanaan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (BPPTNBH), dan insentif kinerja sebesar Rp 1,3 triliun, serta Rp 350 miliar untuk program Kampus Merdeka dan beasiswa.  Program Kampus Merdeka berlaku untuk seluruh perguruan tinggi negeri atau swasta.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Imsakiyah dan Puasa Ramadhan 1442 H - 2021 M

    Ini jadwal puasa dan imsakiyah Ramadhan 1442 H yang jatuh pada 13 April hingga 12 Mei 2021, Idul Fitri 1 Syawal 1442 H jatuh pada 13 Mei 2021.