KPK Tolak Permintaan Effendi Gazali untuk Membuka Data Vendor Bansos Covid-19

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pakar Komunikasi Politik Effendi Gazali tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis 25 Maret 2021. Effendi Gazali diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengadaan Bantuan Sosial untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

    Pakar Komunikasi Politik Effendi Gazali tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis 25 Maret 2021. Effendi Gazali diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengadaan Bantuan Sosial untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menolak permintaan Effendi Gazali untuk membuka data vendor penyedia bansos Covid-19. KPK menyatakan data tersebut rahasia.

    "Perlu kami sampaikan, sesuai ketentuan Pasal 17 UU tentang keterbukaan informasi publik, ada informasi yang dikecualikan dalam hal proses penegakan hukum," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin, 29 Maret 2021.

    Ali mengatakan daftar vendor bansos yang diminta Effendi untuk dibuka ke publik adalah informasi penyidikan yang sedang berjalan. Dia khawatir kalau dibuka akan mengganggu proses penyidikan.

    "Kami yakin yang bersangkutan mengetahui soal ini," kata dia.

    Ali mengatakan hasil penyidikan akan dibuka di persidangan. Dia mempersilahkan Effendi untuk memantau sidang itu. Soal permintaan Effendi agar KPK memanggil pihak yang diduga terlibat di kasus ini, Ali menjawab normatif. Dia bilang pemanggilan saksi harus disesuaikan dengan kebutuhan penyidikan.

    Sebelumnya, Effendi Gazali mengirimkan surat ke pimpinan KPK dengan tembusan Dewan Pengawas. Dia meminta agar KPK mengumumkan nama vendor bansos Covid-19. Selain itu, dia juga meminta KPK memanggil orang-orang yang diduga merekomendasikan perusahaan itu. Effendi sebelumnya diperiksa KPK dalam kasus ini karena namanya diduga disebut sebagai pihak yang merekomendasikan perusahaan penyedia bansos. Effendi menyangkal tuduhan itu dan mengatakan tidak pernah menerima duit bansos.

    Baca: Usai Diperiksa KPK, Effendi Gazali: Yang Besar-besar Kapan Dipanggil?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto