Michael Douglas Mengungkap Cara Mempertahankan Karier Film di Mola Living Live

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Michael Douglas di Mola TV

    Michael Douglas di Mola TV

    INFO NASIONAL -- “Hanya berusaha untuk mempertahankan karier,” kata Michael Douglas, dengan nada rendah hati pada awal acara Mola Living Live, yang tayang secara live dan eksklusif di Mola TV, Jumat 26 Maret 2021, pukul 22.00 WIB.

    Kalimat itu diucapkan peraih dua Piala Oscar, Michael Douglas, menjawab sapaan Dino Patti Djalal, mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, serta aktris dan presenter Marissa Anita, yang memandu acara. Dino  menyatakan kegembiraan melihat Michael dalam keadaan sehat pada usia 75 tahun dan selalu menyenangkan dilihat di layar.

    Kalimat awal dari Michael Douglas, aktor kawakan legendaris, produser penghasil film-film box office, dan peraih banyak penghargaan itu, terkesan sederhana. Tapi, memberikan inspirasi, yaitu untuk merawat hidup dan pikiran sepanjang usia, seseorang itu harus terus bersemangat berkarya.   

    Berusaha secara terus-menerus lebih baik di urusan akting dan film itu juga membuahkan beberapa penghargaan film  Golden Globe Awards dan Emmy Awards bagi Michael.  

    Michael pun menceritakan tak pernah dikondisikan oleh ayah dan ibunya, Kirk Douglas dan Diana Dill, untuk mengikuti jejak orang tuanya di film. Sampai ketika masuk ke Universitas California di Santa Barbara, pada periode 1960-an, Michael mengatakan, “Saya tidak punya minat tertentu.” Tapi, pada tahun ketiga di unversitas, ia diharuskan memilih  jurusan utama yang ditekuninya. Karena ayah dan ibunya adalah aktor-aktris, ia lantas spontan memilih jurusan teater. 

    Ketika mengawali kiprahnya di teater, Michael membenarkan pertanyaan dari Marissa jika ia selalu gugup untuk masuk panggung dan membawa ember bila muntah. “Saya selalu menyiapkan keranjang sampah karena mual,” katanya. 

    Saat beralih dari panggung teater ke film, Michael bilang, “Kamera-kamera di hadapan saya itu seperti mesin x-ray di kantor dokter gigi.” Tapi, karena terus berhadapan dengan kamera bertahun-tahun, ia terbiasa dan menikmati. “Hanya kesadaran konstan di depan kamera membuatku menjadi lebih rileks,” katanya. Pada saat seperti itu, Michael mengakui lingkungan keluarga berperan menunjang kariernya. 

    Hal penting yang pantas dikemukakan ketika Michael menjawab pertanyaan Marissa soal apakah bakat menjadi faktor utama dalam berkarier sebagai aktor dan aktris film. “Akting itu bisa dipelajari. Akting itu adalah sebuah keterampilan,” kata Michael.  

    Pertanyaan soal bakat itu sudah banyak diajukan dalam bidang apapun. Tapi, dari Michael, kita bisa mendapat penegasan untuk kesekian kalinya, bakat bukan satu-satunya yang mutlak diperlukan kalau kita ingin berkarier di bidang yang dipilih. 

    Memang, seperti dikatakan Michael,  tak dipungkiri ada seseorang yang punya bakat besar sebagai aktor dan aktris di film. Tapi, makna proses dan konsistensi dalam seni peran melebihi dari sekadar bakat. Perjuangan dan ketekunan belajar menjadi faktor penting.        

    Menanggapi pertanyaan dari Marissa soal ia pernah bilang akting adalah berbohong secara tulus, Michael menjelaskan secara panjang lebar untuk menghindari penyederhanaan masalah. 

    “Biarkan saya menceritakan prosesnya ketika mulai mengawali karier akting di film. Seorang sutradara mengatakan kamera selalu akan mengetahui kalau kamu berbohong. Jadi pada awal karierku, saya mencoba membuat sedikit metode bertindak dan merasakan satu-satunya cara untuk mengatasi bagian jujur itu.”     

    “Dan, di akting itu tidak setiap bagiannya adalah kenyataan.  Saya berusaha menemukan kenyataan tersebut dan itu sebuah proses yang menyakitkan,” Michael melanjutkan.  

    Dari peran dalam film seri TV The Streets Of San Fransisco pada 1972, Michael meraih Emmy Awards. Ia kemudian memutuskan menjadi produser film One Flew Over the Cuckoo’s Nest pada 1975. Film ini kemudian meraih Piala Oscar pada kategori Best Picture. 

    Michael meraih Piala Oscar sebagai Aktor Terbaik lewat perannya di film Wall Street pada 1987. Perannya sebagai aktor utama yang melegenda juga ada di Fatal Attraction, The War of the Roses, Basic Instinct, Falling Down, dan Disclosure.

    Sebagai aktor dan produser film, Michael juga berbagi kiat, yaitu mempelajari skrip atau skenario adalah sebuah pondasi. Selain, itu kedisiplinan dalam menjalani peran masing-masing dan menyadari film adalah sebuah kerja kolektif.

    Kemampuan Michael untuk menjalani peran ganda sebagai aktor dan produser tergolong istimewa. Sebab menurutnya dua hal itu bertolak belakang. “Menjadi produser, mata kita harus berputar 360 derajat. Sedangkan aktor tinggal menghadapi apa yang terjadi di depan kamera,” ujarnya.

    Pada bagian lain, Michael mengungkapkan pandangan positifnya terhadap fenomena terkini di dunia film, seperti film superhero, fiksi ilmiah, serta layanan streaming film dan serial legal yang menjadi trend pada masa pandemi.

    Hidupnya terguncang ketika ia menderita kanker lidah stadium empat pada 2010. Namun, ia tidak menyerah terhadap penyakitnya. Proses pengobatan ia jalani, mulai dari kemoterapi hingga radiasi. Kariernya sempat terhenti karena proses penyembuhan penyakitnya. Namun, ia tidak patah semangat dan berhasil sembuh total pada 2013. 

    Michael Douglas kembali membuktikan dirinya dengan berperan sebagai Hank Pym dalam film Ant Man, Ant Man and The Wasp, dan Avengers: Endgame.

    Seluruh tayangan program Mola Living Live ini bisa disaksikan dengan membeli paket langganan Mola TV, mulai dari Rp 12.500  per bulan dan mengaksesnya melalui apikasi Mola TV yang tersedia di appstore dan playstore atau melalui situs www.mola.tv.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.