AHY Desak Moeldoko Jelaskan Maksud Tarikan Ideologis di Demokrat

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan keterangan terkait penolakan KLB di Deli Serdang usai rapat dengan Ketua DPD Partai Demokrat se-Indonesia, di Jakarta, Ahad, 7 Maret 2021. ANTARA/Fakhri Hermansyah

    Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan keterangan terkait penolakan KLB di Deli Serdang usai rapat dengan Ketua DPD Partai Demokrat se-Indonesia, di Jakarta, Ahad, 7 Maret 2021. ANTARA/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mendesak Kepala Staf Presiden Moeldoko menjelaskan maksud ucapannya bahwa ada tarikan ideologis di internal Partai Demokrat. Pernyataan itu sebelumnya dilontarkan Moeldoko lewat video di akun Instagramnya pada Ahad kemarin, 28 Maret 2021.

    "KSP Moeldoko harus menjelaskan apa yang dimaksud dengan tarikan ideologis di Partai Demokrat," kata AHY dalam konferensi pers, Senin, 29 Maret 2021.

    AHY mengatakan ideologi Partai Demokrat adalah Pancasila dan menjunjung tinggi kebhinekaan atau pluralisme. Ia mengatakan prinsip itu sudah final, harga mati dan tak bisa ditawar lagi.

    Jika yang dimaksud Moeldoko adalah radikalisme, kata AHY, justru partainya dengan asas nasionalis-relijius menolak tumbuh kembang ideologi radikal di Indonesia. Menurut dia, tak ada ruang bagi ideologi radikal baik kiri maupun kanan di tubuh Demokrat.

    AHY pun mengatakan Demokrat konsisten dan lantang menolak ekploitasi politik identitas, termasuk upaya-upaya membenturkan Pancasila dan agama tertentu. Ia berujar pembenturan itu hanya akan memecah belah bangsa.

    Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono ini lantas mencontohkan implementasi Pancasila dan kebhinekaan di partainya. Di antaranya lewat sosok Gubernur Papua Lukas Enembe dan Gubernur Aceh Nova Iriansyah, yang keduanya merupakan kader Demokrat.

    Baca: Kubu Moeldoko Kini Tuding Eks Organisasi Radikal Nyaman dengan Demokrat

    Pada saatnya, ujar AHY, kader-kader utama Demokrat dari beragam identitas bisa menjelaskan kepada publik bahwa isu pertentangan ideologis yang disebut Moeldoko itu fitnah, hoaks, dan tuduhan yang keji. AHY mengatakan, Moeldoko harus bertanggung jawab atas pernyataannya itu.

    "Karena pernyataan KSP Moeldoko ini menyakiti perasaan para penggagas dan pendiri, serta seluruh kader dan konstituen Partai Demokrat di mana pun berada," ujar dia.

    AHY lantas menanyakan ideologi yang dianut Moeldoko. "Apakah ideologi yang sifatnya memecah belah, melalui fitnah keji, yang tidak bertanggung jawab? Tolong dijawab," kata AHY.

    Moeldoko sebelumnya menyebut adanya tarikan ideologis di Partai Demokrat. Dia mengatakan arah demokrasi di tubuh Demokrat sudah bergeser.

    Moeldoko juga menyebut ada sebuah situasi khusus dalam perpolitikan nasional, yakni pertarungan ideologis yang kuat menjelang 2024. Hal itu disebutnya menjadi ancaman bagi cita-cita menuju Indonesia Emas pada 2045. "Jadi ini bukan sekadar menyalamatkan Demokrat, tetapi juga menyelamatkan bangsa dan negara. Untuk itu semua berujung pada keputusan saya menerima permintaan untuk memimpin Demokrat," kata Moeldoko lewat Instagram TV, Ahad, 28 Maret 2021 yang kemudian direspon AHY.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto