Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar, JK: Teror Tidak Bisa Ditoleransi

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (ketiga kiri) didampingi Ketua ICMI Jimly Asshiddiqie (kanan), beserta pengurus DMI dan pengurus Masjid Al Azhar meninjau penyemprotan disinfektan di Masjid Al Azhar Jakarta Selatan, Rabu, 3 Juni 2020. Masjid ini rencananya akan dibuka untuk salat Jumat berjemaah pekan ini. ANTARA/Nova Wahyudi

    Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (ketiga kiri) didampingi Ketua ICMI Jimly Asshiddiqie (kanan), beserta pengurus DMI dan pengurus Masjid Al Azhar meninjau penyemprotan disinfektan di Masjid Al Azhar Jakarta Selatan, Rabu, 3 Juni 2020. Masjid ini rencananya akan dibuka untuk salat Jumat berjemaah pekan ini. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla (JK) mengecam aksi bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Kota Makassar, pada Ahad, 28 Maret 2021.

    “Saya mengutuk keras aksi pengeboman tersebut dan menyatakan turut berbelasungkawa kepada korban yang tidak berdosa maupun keluaganya," kata JK dalam keterangannya.

    JK berharap aparat keamanan segera mengungkap motif dan menangkap jaringan pelaku bom Gereja Katedral Makassar. JK menegaskan, segala bentuk teror tidak bolah ditoleransi. “Kita tidak bisa mentoleransi segala bentuk teror karena dalam agama apa pun tindakan itu tidak dibenarkan," ucapnya.

    Aksi bom bunuh diri terjadi di pintu gerbang Gereja Katedral di Jalan Kajaolalido, MH Thamrin, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu pagi 28 Maret 2021.

    Di lokasi ledakan bom bunuh diri ditemukan bagian tubuh dengan kondisi mengenaskan beserta sepeda motor yang dikendarainya sudah terbakar.

    Menurut saksi mata di sekitar Gereja Katedral Makassar, terdengar suara ledakan yang keras dari bom bunuh diri ini menyita perhatian warga sekitar. Kasus ini sedang ditangani aparat kepolisian, jalan di sekitar lokasi kejadian ditutup police line.

    FRISKI RIANA

    Baca: Bom Gereja Katedral Makassar, Kapolda Sulsel: Pelaku Tak Sempat Turun dari Motor


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.