Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran Sejauh 1.300 Meter

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asap cendawan membumbung dari Puncak Gunung Merapi, Minggu, 14 Maret 2021. Kredit: Twitter/BPBD

    Asap cendawan membumbung dari Puncak Gunung Merapi, Minggu, 14 Maret 2021. Kredit: Twitter/BPBD

    TEMPO.CO, Jakarta - Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran (APG) sebanyak tiga kali dengan maksimal jarak luncur hingga sejauh kurang lebih 1.300 meter pada Sabtu pagi tadi, 27 Maret 2021. Awan panas bergerak mengarah ke barat daya.

    Berdasarkan data yang dihimpun Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas guguran terjadi pada pukul 06.02, 06.03 dan 06.31 WIB.

    "Fenomena tersebut juga tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimal 44 milimeter selama 130 detik," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati, dalam keterangan tertulis.

    Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan sejak 5 November 2020 hingga hari ini, Raditya mengatakan aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa erupsi efusif. Meski begitu, BPPTKG juga mengingatkan bahwa erupsi eksplosif juga masih berpeluang terjadi dengan potensi lontaran material vulkanik yang dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

    "Mengenai adanya aktivitas tersebut, BPPTKG menetapkan status Gunung Merapi dalam level III atau 'Siaga'," kata Raditya.

    BPPTKG juga menjelaskan bahwa potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, yang meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 kilometer.

    Raditya meminta agar masyarakat tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan selalu mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

    "Kegiatan penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan sementara," kata dia.

    Ia juga merekomendasikan agar pelaku wisata tidak melakukan kegiatan. Khususnya pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto