KPK Periksa RJ Lino Sebagai Tersangka di Kasus PT Pelindo II

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Direktur Utama PT Pelindo II, Richard Joost Lino, kembali memenuhi panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan kali kedua sebagai tersangka, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 23 Januari 2020. RJ Lino, diperiksa perdana pasca ditetapkan sebagai tersangka pada, Jumat, 29 Januari 2016, dalam tindak pidana korupsi terkait pengadaan 3 unit Quay Container Crane (QCC) di Pelindo pada tahun 2010. TEMPO/Imam Sukamto

    Mantan Direktur Utama PT Pelindo II, Richard Joost Lino, kembali memenuhi panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan kali kedua sebagai tersangka, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 23 Januari 2020. RJ Lino, diperiksa perdana pasca ditetapkan sebagai tersangka pada, Jumat, 29 Januari 2016, dalam tindak pidana korupsi terkait pengadaan 3 unit Quay Container Crane (QCC) di Pelindo pada tahun 2010. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil mantan Direktur Utama PT. Pelindo II Richard Joost Lino alias RJ Lino untuk diperiksa pada Jumat, 26 Maret 2021. Dia diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan tiga Quay Container Crane di PT Pelindo II.

    "Diperiksa sebagai tersangka," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Jumat, 16 Maret 2021. Ali belum menjelaskan materi pemeriksaan RJ Lino.

    KPK menetapkan TJ Lino menjadi tersangka sejak 2015. Meski sudah ditetapkan menjadi tersangka, KPK belum menahannya.

    KPK menetapkan RJ Lino sebagai tersangka kasus korupsi dalam pengadaan tiga QCC oleh PT Pelindo II sejak Desember 2015. KPK menduga RJ Lino menyalahgunakan wewenang sebagai direktur utama dengan menunjuk langsung PT Wuxi Hua Dong Heavy Machinery dari Cina sebagai penyedia tiga unit crane itu di Pelabuhan Panjang, Palembang, dan Pontianak.

    Penyidik berpendapat pengadaan itu tidak disesuaikan dengan persiapan infrastruktur yang memadai sehingga menimbulkan inefisiensi. Sampai saat ini, RJ Lino belum ditahan dan diadili. Dalam sejumlah kesempatan, RJ Lino membantah telah merugikan negara dalam pengadaan QCC di badan usaha milik negara (BUMN) tersebut.

    Wakil Ketua KPK periode 2015-2019, Laode M Syarif, mengatakan ketika pimpinan KPK periode 2011-2015 menetapkan RJ Lino sebagai tersangka, lembaga ini sudah mengantongi alat bukti yang cukup. Hanya saja terganjal oleh penghitungan kerugian negara.

    Baca juga: Empat Tahun Jadi Tersangka, RJ Lino Minta Kejelasan Status ke KPK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.