Kasus Jual Senpi Ilegal ke KKB: Polisi Limpahkan Berkas Perkara ke Kejari Ambon

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menunjukkan tersangka dan barang bukti saat ungkap kasus kepemilikan senjata api ilegal di Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Selasa, 16 Maret 2021. Polda Jawa Timur menangkap KD (33) dan UC (46) atas kasus dugaan mengedarkan narkoba sekaligus kepemilikan senjata api ilegal. ANTARA/Didik Suhartono

    Polisi menunjukkan tersangka dan barang bukti saat ungkap kasus kepemilikan senjata api ilegal di Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Selasa, 16 Maret 2021. Polda Jawa Timur menangkap KD (33) dan UC (46) atas kasus dugaan mengedarkan narkoba sekaligus kepemilikan senjata api ilegal. ANTARA/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Maluku telah melimpahkan berkas perkara kasus dugaan penjualan amunisi dan senjata api atau senpi ilegal ke kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua, ke Kejaksaan Negeri Ambon.

    Diketahui ada enam tersangka dalam perkara tersebut, yakni empat orang warga sipil dan dua orang anggota polisi.

    "Betul, sudah kami limpah ke kejaksaan," ujar Kepala Kepolisian Daerah Maluku Inspektur Jenderal refdi Andri saat dihubungi pada Jumat, 26 Maret 2021. Pelimpahan berkas juga diikuti dengan enam tersangka beserta barang bukti.

    Adapun untuk motif, Refdi membeberkan, bahwa keenam tersangka menjual Senpi Ilegal dan amunisi lantaran untuk memenuhi kebutuhan. "Motifnya ekonomi ya," kata Refdi.

    Dugaan keterlibatan dua anggota polisi itu berawal dari penangkapan seorang warga Bentuni lantaran membawa senjata api berikut amunisinya pada 10 Februari 2021.

    Dari hasil pemeriksaan, warga tersebut mengaku mendapatkan senpi ilegal dan amunisi itu dari polisi yang bertugas di Polresta Pulau Ambon, tepatnya dari satuan kerja Samaptha Bhayangkara atau Sabhara.

    Baca juga: Kontak Senjata dengan TNI, Satu Anggota KKB Tewas

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto