Menkes Budi Gunadi Kebut Penyuntikan Vaksin AstraZeneca Sebelum Kedaluwarsa

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperlihatkan vaksin COVID-19 Astrazeneca saat vaksinasi kepada kyai Nahdlatul Ulama (NU) di Kantor PWNU Jatim di Surabaya, Jawa Timur, Selasa 23 Maret 2021. Vaksinasi Astrazeneca terhadap 100 kyai muda NU tersebut sebagai bentuk upaya untuk menangani pandemi COVID-19 sekaligus sosialisasi kepada masyarakat bahwa vaksin Astrazeneca aman dan halal. ANTARA FOTO/Moch Asim

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperlihatkan vaksin COVID-19 Astrazeneca saat vaksinasi kepada kyai Nahdlatul Ulama (NU) di Kantor PWNU Jatim di Surabaya, Jawa Timur, Selasa 23 Maret 2021. Vaksinasi Astrazeneca terhadap 100 kyai muda NU tersebut sebagai bentuk upaya untuk menangani pandemi COVID-19 sekaligus sosialisasi kepada masyarakat bahwa vaksin Astrazeneca aman dan halal. ANTARA FOTO/Moch Asim

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin akan mempercepat pelaksanaan penyuntikan vaksin AstraZeneca terhadap para sasaran penerima. Sebab, sebanyak 1,1 juta dosis batch pertama vaksin dari COVAX Facility itu kedaluwarsa pada akhir Mei 2021.

    Budi Gunadi menargetkan penyuntikan mencapai 500 ribu dosis per hari dalam pekan ini agar vaksinasi bisa segera selesai.

    “Lihat track record-nya, siapa yang paling cepat itu Bali, Jawa Timur, dan juga TNI Polri. Jadi, TNI/Polri kita kasih itu (vaksin) 200 ribu untuk bisa cepat diselesaikan,” kata Budi dalam keterangannya yang dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan, Jumat, 26 Maret 2021.

    Ke depan, Budi menargetkan vaksinasi 1 juta dosis per hari. Target akan dinaikkan secara perlahan disesuaikan dengan ketersediaan vaksin termasuk vaksin AstraZeneca. Dari Januari hingga Maret, ada ketersediaan vaksin sebanyak 3 juta dosis, sehingga target vaksinasi 100 ribu dosis per hari selesai dalam enam pekan. Untuk Maret dan April, ada ketersediaan 15 juta dosis, sehingga vaksinasi bisa dilakukan 500 ribu dosis per hari selama sebulan. “Baru nanti di bulan Mei sampai Juni, naik ke 25 juta dosis, sehingga bisa dilakukan penyuntikan sampai 750 ribu per hari. Mulai Juli itu 50 juta, sehingga bisa dilakukan penyuntikan 1,5 juta per hari," ujar Budi.

    DEWI NURITA

    Baca: Menkes Budi Gunadi Targetkan Peroleh 100 Juta Vaksin AstraZeneca


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto