Australian Federal Police Kunjungi Mabes Polri, Bahas Kerja Sama Internasional

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto (kanan) menjalani upacara pelantikan dan serah terima jabatan pejabat tinggi Polri di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 24 Februari 2021. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melantik pejabat tinggi Polri yaitu Kabareskrim, Kabaintelkam, Kabaharkam, Kalemdiklat Polri, Asrena Kapolri dan Kadivkum Polri. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto (kanan) menjalani upacara pelantikan dan serah terima jabatan pejabat tinggi Polri di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 24 Februari 2021. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melantik pejabat tinggi Polri yaitu Kabareskrim, Kabaintelkam, Kabaharkam, Kalemdiklat Polri, Asrena Kapolri dan Kadivkum Polri. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Komisaris Jenderal Agus Andrianto menerima kunjungan perwakilan Australian Federal Police (AFP) ke Mabes Polri pada Kamis, 25 Maret 2021. Dalam pertemuan tersebut, AFP diwakili oleh Detective Superintendent David Dalton dan Federal Agent Michael McKay.

    Agus menyatakan, ia bersama AFP membahas berbagai kerja sama yang telah dilaksanakan dan yang akan diagendakan ke depan. "Yang dinilai bermanfaat bagi kepentingan Indonesia dan Australia," ucap Agus melalui keterangan tertulis pada Kamis, 25 Maret 2021

    AFP memiliki sejarah panjang bekerja sama dengan Indonesia dalam hal membongkar penyelundupan dan perdagangan orang, kejahatan siber, eksploitasi seksual anak, narkotika, dan korupsi di Indonesia, Australia, dan wilayah ASEAN.

    Agus mengatakan meski saat ini fokus utamanya masih soal penanganan pandemi Covid-19, tetapi ia berharap hubungan Polri-AFP tetap dapat ditingkatkan pada fokus penanganan kejahatan transnasional. "Saya setuju dengan hubungan kerja sama antara Polri dan Australian Federal Police ini. Yang terpenting adalah selama sama-sama menguntungkan bagi kepentingan masing-masing negara," ucap Agus. 

    Baca juga: IPW Minta Polri Lebih Transparan dalam Tangani Kasus Unlawful Killing Laskar FPI 

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.