Di HUT Kota, Pemkot Gorontalo Launching Program Hafidz Quran

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, saat menyerahkan Al Quran secara simbolis kepada seorang peserta didik yang akan mengikuti program Hafidzul Quran.

    Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, saat menyerahkan Al Quran secara simbolis kepada seorang peserta didik yang akan mengikuti program Hafidzul Quran.

    INFO NASIONAL-Peringatan 293 tahun kelahiran Kota Gorontalo berlangsung penuh makna di tahun pandemi  pada Jumat, 19 Maret 2021 . Salah satu Kota Tertua di Indonesia ini meluncurkan Program Hafidz Quran. sebuah kegiatan kolaborasi antara pendidikan ilmu pengetahuan dan religi.  Program ini digagas Dinas Pendidikan Kota Gorontalo dengan menggandeng tokoh muda dan Penulis Buku Islam, Makmun Rasyid.

    Inovasi program ini selain searah dengan RPJMD (Rencana Program Jangka Menengah Daerah) Pemerintah Kota Gorontalo, dan menggambarkan Kota Gorontalo sebagai Serambi Madina. Program melahirkan penghafal al quran ini, berdampak baik dan positif terhadap pelaksanaan pembangunan di bidang pendidikan, dan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Gorontalo.

    Wali Kota Gorontalo, Marten Taha meluncurkan Program Hafidz Quran di Masjid Agung Baitulrahim Kota Gorontalo jelang Shalat Isa. Menurutnya, program sangat baik dan positif dan dia memberikan apresiasi tinggi kepada  Disdik Kota Gorontalo karena mampu membuat program kolaborasi yang bertujuan mencerdaskan anak bangsa, baik dari sisi pendidikan ilmu pengetahuan dan religi.

    “Program kegiatan ini sangat baik dan spektakuler. Kenapa spektakuler, pertama searah dengan RPJMD Kota Gorontalo, kedua menggambarkan jati diri Kota Gorontalo sebagai Serambi Madina dan ketiga adalah bisa memberikan dampak positif terhadap masa depan generasi muda baik dari segi moral, karakter, agama dan intelektual mereka,” ujar Marten.

    Semua siswa dari tingkat sekolah dasar hingga Pendidikan Menengah Pertama dilibatkan dalam program ini. Pengajaran penghafalan quran kepada peserta didik dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat 10 juz, 20 juz dan terakhir 30 juz.

    “Artinya, konsep pembelajaran seperti ini sangat mempermudah peserta didik untuk menghafal al quran, karena mereka tidak harus buru-buru menjadi penghafal al quran. Sehingga, konsep pembelajaran ini bisa memperkuat daya ingat mereka untuk terus belajar,” kata Marten.

    Program Hafidz Quran melibatkan 132 sekolah di Kota Gorontalo, dengan rincian 110 SD dan 22 SLTP. Dan setiap sekolah mengutus tiga peserta untuk menjalani proses pendidikan menghafal Al quran. Sehingga secara keseluruhan ada sekitar 392 penghafal quran yang akan dilahirkan melalui program ini.


     

     

    Lihat Juga