Pengusutan Kasus Penembakan Laskar FPI, IPW: Polri Jangan Grogi

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota tim penyidik Bareskrim Polri memperagakan adegan saat rekonstruksi kasus penembakan enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) di Karawang, Jawa Barat, Senin, 14 Desember 2020. Penembakan terjadi Senin dini hari sekitar pukul 00.30 di Tol Cikampek Kilometer 50. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar

    Sejumlah anggota tim penyidik Bareskrim Polri memperagakan adegan saat rekonstruksi kasus penembakan enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) di Karawang, Jawa Barat, Senin, 14 Desember 2020. Penembakan terjadi Senin dini hari sekitar pukul 00.30 di Tol Cikampek Kilometer 50. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, menilai langkah kepolisian dalam mengusut kasus unlawful killing terhadap empat anggota Laskar FPI yang dilakukan anggotanya, cenderung masih lambat. Neta melihat Polri seakan grogi dalam melakukan penyidikan.

    "Bagi IPW sikap lambat itu tak lain akibat penyidik Polri grogi dalam mengusutnya. Padahal penyidik tak perlu grogi asalkan mereka mengikuti apa yang sudah menjadi arahan Komnas HAM," kata Neta saat dihubungi Tempo, Rabu, 24 Maret 2021.

    Neta mengapresiasi langkah Polri yang belakangan telah menetapkan tiga anggotanya sebagai tersangka unlawful killing yang terjadi di KM 50 Tol Cikampek tersebut. Ia menilai Polri menunjukan progres yang positif bahwa hukum mulai berjalan di rel yang benar.

    Baca: Kabareskrim Kantongi 2 Alat Bukti di Kasus Unlawful Killing Laskar FPI

    Neta mengatakan IPW juga mengapresiasi Kapolri dan Kabareskrim yang ia nilai sudah menunjukkan keseriusan menuntaskan kasus penembakan ini. Meski begitu, ia meminta mereka masih perlu mendorong penyidik bekerja cepat dan transparan untuk menuntaskannya.

    "Apalagi Komnas HAM sudah menegaskan bahwa dalam kasus ini terjadi pelanggaran HAM dan ini yang perlu dituntaskan pada titik mana pelanggaran ham itu terjadi," kata Neta.

    Atas dasar ini, Neta melihat sebenarnya Polri sejauh ini sudah cukup serius untuk menuntaskan kasus penembakan laskar FPI itu. Meski begitu, ia meminta Polri lebih menunjukan komitmen mereka. Apalagi, sorotan tajam diarahkan ke penyidik Polri yang kerap dikhawatirkan tidak netral dalam menyidik kasus ini. "Sorotan ini tak lain disebabkan masih adanya kecurigaan sebagian masyarakat terhadap ketidaknetralan penyidik Polri dalam mengusut koleganya. Sehingga muncul anekdot, apakah mungkin jeruk makan jeruk," kata Neta.


     

     

    Lihat Juga