Jubir Wapres Minta Ormas Sosialisasikan Vaksinasi Covid-19 Tak Batalkan Puasa

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara wakil presiden, Masduki Baidlowi, memberikan penjelasan terkait kasus hukum yang menjerat Staf Khusus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan Lukmanul Hakim di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, 28 November 2019. Tempo/Friski Riana

    Juru bicara wakil presiden, Masduki Baidlowi, memberikan penjelasan terkait kasus hukum yang menjerat Staf Khusus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan Lukmanul Hakim di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, 28 November 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi, menegaskan kembali vaksinasi Covid-19 tidak akan membatalkan ibadah puasa yang dijalankan umat Muslim. Ia mengatakan hal ini perlu terus digaungkan, agar masyarakat tak ragu untuk divaksin.

    "Mungkin langkahnya tokoh-tokoh masyarakat keagamaan, misal ormas-ormas seperti Muhammadiyah, MUI, NU, Persis dan lain-lain, perlu melakukan himbauan secara intensif bahwa vaksinasi di bulan Ramadan itu tidak masalah. Jadi kita libatkan seluruh stakeholder agar vaksinasi bisa berjalan lancar," ujar Masduki dalam wawancara daring, Rabu, 24 Maret 2021.

    Masduki menegaskan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa terkait hal ini. Karena itu, seharusnya masyarakat, khususnya umat Muslim, tak perlu ragu untuk menerima suntikan vaksin di Bulan Ramadan yang akan segera tiba.

    "Vaksin itu masuk tidak di lubang yang memang manusia diciptakan oleh Allah, ada lubang lubang yang, misal hidung mulut, itu kan tempat yang membatalkan puasa, tapi vaksin kan tidak (di lubang itu)," kata Masduki.

    Masduki mengingatkan bahwa vaksinasi perlu dilakukan pada masyarakat secepat mungkin. Hal ini harus dilakukan untuk membentuk kekebalan kelompok alias herd immunity di tengah masyarakat.

    Dengan target itu, pemerintah merencanakan vaksinasi Covid-19 akan tetap dilakukan selama bulan Ramadan yang diperkirakan akan dimulai pada 13 atau 14 April 2021 mendatang. Pada April, pemerintah juga memang menargetkan vaksinasi dilakukan secara lebih masif.

    Baca: Vaksin AstraZeneca Digunakan, Ketua MUI Jatim Penerima Suntikan Perdana


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.