Dosen hingga Sipir, Jabatan dengan Alokasi Kebutuhan ASN 2021 Terbanyak

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengikuti Rapat Kerja dengan komisi II DPR di Kompleks Parlemen Senayan,  Jakarta,  Kamis, 19 November 2020. Rapat membahas evaluasi penetapan formasi pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengikuti Rapat Kerja dengan komisi II DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 19 November 2020. Rapat membahas evaluasi penetapan formasi pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo mengungkapkan jabatan dengan alokasi kebutuhan ASN terbanyak 2021 adalah dosen.

    "Jabatan dengan alokasi terbanyak 2021 untuk pemerintah pusat yaitu dosen," kata Tjahjo dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR, Rabu, 24 Maret 2021.

    Selain dosen, jabatan dengan alokasi kebutuhan terbanyak adalah penjaga tahanan, penyuluh KB, analis perkara peradilan, pemeriksa, perawat, analis hukum pertahanan, jaksa, dokter, statistisi, pranata komputer, pranata barang bukti, pengawas farmasi dan makanan, penyuluh perikanan, dan perencana.

    Untuk pemerintah provinsi, jabatan dengan alokasi kebutuhan terbanyak adalah guru (guru BK, TIK, matematika, seni budaya, dan bahasan Indonesia), kemudian tenaga kesehatan (perawat, dokter, asisten apoteker, perekam medis, dan apoteker), dan jabatan teknis (pranata komputer, polisi kehutanan, pengawas benih tanaman, pengelola keuangan, dan pengelola pengadaan barang dan jasa).

    Sedangkan di pemerintah kabupaten/kota, jabatan dengan alokasi kebutuhan terbanyak adalah guru (guru kelas, penjasorkes, BK, TIK, dan seni budaya), tenaga kesehatan (perawat, bidan, dokter, apoteker, pranata laboratorium kesehatan), dan teknis (penyuluh pertanian, auditor, pengelola pengadaan barang dan jasa, pengelola keuangan, dan verifikator keuangan).

    Tjahjo menuturkan, berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo, anggaran pengadaan ASN tahun ini harus diperbanyak untuk penyuluh. "Yang bisa terjun ke lapangan, masyarakat, mengurangi pengurangan CPNS yang duduk di meja, yang kerja administrasi saja," ujarnya.

    Pemerintah membuka seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) 2021. Pemerintah membuka lowongan untuk 1.275.387 formasi. Namun, rencana penetapan kebutuhan ASN baru akan diumumkan pada akhir Maret 2021.

    FRISKI RIANA

    Baca: CPNS 2021: Menpan RB Yakin Bisa Penuhi Target Kebutuhan ASN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto