Kasus Pembelian Lahan DKI Jakarta, KPK Panggil Dirut Sarana Jaya

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Juru Bicara KPK Ali Fikri. ANTARA

    Juru Bicara KPK Ali Fikri. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya Yoory C. Pinontoan dalam kasus dugaan korupsi pembelian lahan di Munjul, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur. “Pemeriksaan dilakukan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu, 24 Maret 2021.

    Selain Yoory, KPK memanggil Direktur Pengembangan Perumba Pembangunan Saran Jaya Denan Matulandi Kaligis. Mereka akan diperiksa dalam penyidikan perkara pembelian tanah yang disebut akan dipakai untuk program rumah DP 0. Namun, Ali belum menjelaskan materi pemeriksaan.

    KPK menyidik kasus korupsi pembelian tanah di beberapa lokasi, untuk program rumah DP 0 Pemerintah DKI oleh BUMD DKI Jakarta. Dari sembilan obyek pembelian tanah yang diduga digelembungkan, salah satunya adalah pembelian tanah seluas 41.921 m2 di kawasan Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, pada 2019.

    Empat tersangka korupsi itu adalah Yoory C. Pinontoan, Anja Runtuwene, dan Tommy Adrian. Tersangka korporatnya PT Adonara Propertindo yang menjual tanah.

    Indikasi kerugian negara yang dilakukan Pembangunan Sarana Jaya yang dipimpin Yoory C. Pinontoan diduga sebesar Rp 100 miliar. Kerugian itu terjadi karena ada selisih harga tanah Rp 5, 2 juta per m2 dengan total pembelian Rp 217, 90 miliar.

    Baca juga: Sarana Jaya Dipanggil Lagi Pekan Depan, DPRD DKI Pertanyakan Transparansi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.