Ada Kenaikan Kasus Covid-19 dan Kematian, Satgas Minta 5 Daerah Tidak Lengah

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peziarah berdoa di depan makam keluarganya di areal pemakaman khusus dengan protokol Covid-19 di TPU Bambu Apus, Jakarta Timur, Selasa, 2 Maret 2021. Meski hanya berkapasitas 1.200 makam, menurut dia TPU Bambu Apus masih bisa menampung lebih banyak jenazah pasien Covid-19. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Peziarah berdoa di depan makam keluarganya di areal pemakaman khusus dengan protokol Covid-19 di TPU Bambu Apus, Jakarta Timur, Selasa, 2 Maret 2021. Meski hanya berkapasitas 1.200 makam, menurut dia TPU Bambu Apus masih bisa menampung lebih banyak jenazah pasien Covid-19. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, memaparkan perkembangan penanganan Covid-19 mingguan per 21 Maret 2021. Ia mencatat adanya peningkatan kasus Covid-19 dengan besaran persentase di angka 2,3 persen.

    Ia menyayangkan hal itu karena selama empat minggu berturut-turut ke belakang mulai ada penurunan kasus. "Meskipun angkanya kecil, namun tetaplah kenaikan kasus baru yang seharusnya dapat kita jaga untuk selalu turun," kata Wiku dalam keterangannya yang dikutip pada Rabu, 24 Maret 2021.

    Kenaikan kasus Covid-19 pada pekan ini disumbang lima provinsi. Tiga dari lima provinsi berasal dari Pulau Jawa dengan angka kenaikan tertinggi kasus.

    Secara berurutan kenaikan tertinggi di DKI Jakarta naik 1.041 kasus (dari 9.561 menjadi 10.602), Banten naik 535 kasus (dari 1.924 menjadi 2.459). Lalu Jawa Tengah naik 338 (dari 3.158 menjadi 3.496), Nusa Tenggara Timur naik 214 (dari 742 menjadi 956) dan Kalimantan Tengah naik 211 (dari 628 menjadi 839).

    Selanjutnya, melihat perkembangan angka kematian akibat Covid-19 minggu ini, angkanya naik 10 persen. Peningkatan ini lebih besar dibandingkan minggu lalu sebesar 5,45 persen. "Melihat perkembangan minggu ini menandakan bahwa sudah dua minggu angka kasus kematian mengalami kenaikan," ujar Wiku.

    Pada pekan ini, terdapat dua dari lima provinsi berasal dari pulau Jawa dengan angka kenaikan tertinggi kematian akibat Covid-19. Secara berurutan, yakni Jawa Timur naik 168 (dari 112 menjadi 280), Banten naik 54 (dari 16 menjadi 70), Lampung naik 13 (dari 22 menjadi 35). Kemudian Sulawesi Tengah naik 9 (dari 3 menjadi 12) dan Jambi naik 8 (dari 2 menjadi 10).

    Berikutnya, pada kesembuhan mingguan, minggu ini mengalami penurunan lagi sebesar 0,7 persen. Penurunan minggu menjadi yang keenam kalinya secara berturut-turut.

    Meski demikian apresiasi diberikan kepada 5 provinsi dengan angka kenaikan kesembuhan mingguan tertinggi. Diantaranya Banten naik 2.187 (1.354 vs 3.541), Jawa Timur naik 985 (2.393 vs 1.470), Sulawesi Selatan naik 331 (1.139 vs 1.470), Riau naik 232 (531 vs 763) dan Jambi naik 179 (182 vs 361).

    Melihat perkembangan minggu ini, Wiku kembali berpesan agar pemerintah daerah beserta unsur terkait kembali bangkit dan bersemangat dalam melakukan penanganan. Terlebih pemerintah telah melakukan perpanjangan PPKM Mikro dan memperluas jangkauan daerah menjadi 15 provinsi.

    "Perkembangan minggu ini, menunjukkan perkembangan yang kurang diharapkan. Untuk itu saya ingatkan seluruh provinsi, terutama pada 5 provinsi dengan kenaikan tertinggi minggu ini agar tidak lengah," tutur Wiku soal kenaikan kasus Covid-19.

    Baca juga: Satgas Berharap Angka Kematian dan Kasus Covid-19 Tak Naik Usai Liburan  

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.