Kejagung: Nilai Sementara Aset Sitaan Tersangka Asabri Terkumpul Rp 4,4 Triliun

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi tersangka Komisaris PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro saat meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020. Penyidik menemukan ada irisan antara aset yang disita dalam kasus Jiwasraya dan aset yang tersangkut di PT Asabri. TEMPO/Imam Sukamto

    Ekspresi tersangka Komisaris PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro saat meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020. Penyidik menemukan ada irisan antara aset yang disita dalam kasus Jiwasraya dan aset yang tersangkut di PT Asabri. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung menyatakan nominal terkumpul sementara dari sejumlah aset sitaan milik sembilan tersangka kasus dugaan korupsi PT Asabri sebesar Rp 4,4 triliun. 

    "Sementara dihitung Rp 4,4 triliun yang baru kami peroleh berupa tanah, bangunan, kapal, cek, dan lain-lain lah," ujar Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah di kantornya, Jakarta Selatan, kepada Tempo pada Selasa, 23 Maret 2021.

    Sementara, penyidik Kejagung menaksir nilai kerugian negara dalam kasus ini mencapai lebih dari Rp 23 triliun. 

    Namun, nilai Rp 4,4 triliun itu belum termasuk nilai tambang. Febrie mengatakan, hingga kini kandungan tambang masih dihitung. Ia berharap, aset tambang bisa menyumbang nominal yang besar untuk menutupi kerugian negara. 

    "Tambang mudah-mudahan besar, bisa nutup sebagian kerugian Asabri," ucap Febrie. 

    Kejaksaan Agung sebelumnya menyatakan nilai aset sitaan kasus Asabri yang telah terkumpul sampai saat ini belum menutupi kerugian negara. Bahkan, belum mendekati setengah dari Rp 23 triliun.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.