Ihsan Yunus Sering Bertamu ke Ruangannya, Juliari: Wajar Pak Dulu Satu Fraksi

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara memberikan kesaksian saat sidang yang berlangsung secara virtual dari Gedung KPK, Jakarta, Senin, 22 Maret 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara memberikan kesaksian saat sidang yang berlangsung secara virtual dari Gedung KPK, Jakarta, Senin, 22 Maret 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara mengatakan kedatangan anggota DPR Ihsan Yunus ke ruangannya di Kementerian Sosial tidak ada kaitannya dengan proyek bantuan sosial atau bansos Covid-19. Dalam kesaksian di sidang kasus korupsi bantuan sosial Covid-19, Juliari mengakui Ihsan Yunus beberapa kali mendatangi ruangannya.

    "Iya pernah beberapa kali," kata Juliari Batubara saat bersaksi dalam sidang secara virtual di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin, 22 Maret 2021. Duduk sebagai terdakwa adalah dua pengusaha yang didakwa menyuap Juliari untuk mendapatkan proyek pengadaan bansos, Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja.

    Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi bertanya mengenai Kementerian Sosial yang memiliki mitra kerja Komisi 8 DPR. Jaksa bertanya apakah Juliari kenal dengan Ihsan Yunus, anggota DPR Fraksi PDIP yang pernah berada di Komisi tersebut. "Kenal Pak," kata dia.

    Juliari kemudian mengakui kolega satu partainya itu pernah beberapa kali datang ke kantornya. Dia mengatakan kedatangan itu tak berkaitan dengan pengadaan bansos. Dia bilang kedatangan itu wajar karena pernah satu fraksi di PDIP. "Oh ga ada pak, dia pernah beberapa kali ya wajar pak dulu pernah satu fraksi pak," kata dia.

    "Terkait dengan penjelasan saksi bahwa banyak yang ingin menitipkan perusahaan, apakah Ihsan Yunus masuk salah satunya?" tanya jaksa.

    "Enggak pernah kita bicarakan soal itu, Pak," jawab Juliari.

    Ihsan Yunus pernah diperiksa KPK dan rumahnya juga pernah digeledah. Namanya juga pernah muncul dalam rekonstruksi KPK di kasus bansos Covid-19. Dalam sejumlah adegan Ihsan disebut menerima duit dan sepeda Brompton dari salah satu penyuap di kasus ini. Saat diperiksa KPK, Ihsan memilih irit bicara. "Saya sudah menjelaskan semuanya ke penyidik," kata dia kala itu.

    Baca: Sidang Bansos Covid-19, Juliari Akui Beri Duit ke Ketua PDIP Kendal - Sewa Jet


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.