Sidang Bansos, Juliari Batubara Akui Ihsan Yunus Pernah Datang ke Kantornya

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Komisi II DPR RI M Rakyan Ihsan Yunus duduk di ruang tunggu sebelum menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis 25 Februari 2021. Ihsan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka MJS (Matheus Joko Santoso) dalam kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Anggota Komisi II DPR RI M Rakyan Ihsan Yunus duduk di ruang tunggu sebelum menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis 25 Februari 2021. Ihsan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka MJS (Matheus Joko Santoso) dalam kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara mengakui anggota DPR Ihsan Yunus pernah beberapa kali datang ke ruangannya di Kementerian Sosial. Hal itu disampaikan Juliari saat bersaksi dalam sidang kasus korupsi bantuan sosial Covid-19.

    "Iya pernah beberapa kali," kata Juliari Batubara saat bersaksi dalam sidang secara virtual di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin, 22 Maret 2021. Duduk sebagai terdakwa adalah dua pengusaha yang didakwa menyuap Juliari untuk mendapatkan proyek pengadaan bansos, Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja.

    Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi bertanya mengenai Kementerian Sosial yang memiliki mitra kerja Komisi 8 DPR. Jaksa bertanya apakah Juliari kenal dengan Ihsan Yunus, anggota DPR Fraksi PDIP yang pernah berada di Komisi tersebut. "Kenal Pak," kata dia.

    Juliari kemudian mengakui kolega satu partainya itu pernah beberapa kali datang ke kantornya. Dia mengatakan kedatangan itu tak berkaitan dengan pengadaan bansos Covid-19. Dia bilang kedatangan itu wajar karena pernah satu fraksi di PDIP. "Oh ga ada pak, dia pernah beberapa kali ya wajar pak dulu pernah satu fraksi pak," kata dia.

    "Terkait dengan penjelasan saksi bahwa banyak yang ingin menitipkan perusahaan, apakah Ihsan Yunus masuk salah satunya?" tanya jaksa.

    "Enggak pernah kita bicarakan soal itu, Pak," jawab Juliari.

    Ihsan Yunus pernah diperiksa KPK dan rumahnya juga pernah digeledah. Namanya juga pernah muncul dalam rekonstruksi KPK di kasus bansos. Dalam sejumlah adegan Ihsan disebut menerima duit dan sepeda Brompton dari salah satu penyuap di kasus ini. Saat diperiksa KPK, Ihsan memilih irit bicara. "Saya sudah menjelaskan semuanya ke penyidik," kata dia kala itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto