Dorong Herd Immunity Dipercepat, Ma'ruf Amin Minta Vaksinasi Terus Ditingkatkan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Ma'ruf Amin berbincang dengan salah satu atlet saat menyaksikan penyuntikan vaksin Covid-19 kepada atlet di Istora Senayan, 26 Februari 2021. Penyuntikan vaksin Covid-19 ini diikuti 808 peserta yang terdiri dari atlet, pelatih, dan tenaga pendukung yang berasal dari 40 organisasi (39 induk organisasi cabang olahraga dan 1 National Paralympic Committee). Foto: Setwapres RI

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin berbincang dengan salah satu atlet saat menyaksikan penyuntikan vaksin Covid-19 kepada atlet di Istora Senayan, 26 Februari 2021. Penyuntikan vaksin Covid-19 ini diikuti 808 peserta yang terdiri dari atlet, pelatih, dan tenaga pendukung yang berasal dari 40 organisasi (39 induk organisasi cabang olahraga dan 1 National Paralympic Committee). Foto: Setwapres RI

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendorong vaksinasi Covid-19 terus ditingkatkan. Ia mengatakan kekebalan komunitas alias herd immunity harus segera dicapai.

    "Kami berharap bahwa vaksinasi ini yang sekarang 8.000 per hari, kami harapkan bisa supaya terus ditingkatkan, karena kita ingin supaya tercapai herd immunity dalam jangka 1 tahun, jadi antara 20-50 ribu di Lampung ini. Oleh karena itu kita harapkan ada percepatan," uja Ma'ruf usai peninjauan vaksinasi di Lampung, Senin, 22 Maret 2021.

    Herd immunity dapat dicapai apabila jumlah masyarakat yang mendapat vaksinasi juga tinggi. Apalagi saat ini dua jenis vaksin Covid-19 sudah masuk ke Indonesia, yakni Sinovac dan AstraZeneca.

    Dalam peninjauan vaksinasi di Lampung, Ma'ruf didampingi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana, dan Kepala Dinas Kesehatan Lampung Reihana. Ma'ruf nampak memberikan apresiasi terhadap prosedur vaksinasi di Provinsi Lampung.

    Meskipun masyarakat telah melakukan vaksinasi, Ma'ruf tetap mengingatkan pentingnya terus melaksanakan protokol kesehatan dan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. Ia mengatakan kedua upaya itu adalah bagian dari upaya menanggulangi penularan Covid-19.

    "Untuk vaksin saya kira pemerintah sudah menyiapkan selain Sinovac juga ada AstraZeneca dan lain-lain, tapi vaksinasi ini juga harus terus dilakukan dengan upaya-upaya penerapan protokol kesehatan, ini tidak boleh ditinggalkan," kata Ma'ruf Amin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.