Alih Fungsi Lahan Ancam Ketahanan Pangan Nasional

Kementan mengimbau para petani atau para pemilik lahan untuk tidak melepaskan lahan dengan alasan apa pun.

Pada tahun 2021 ini Kementerian Pertanian (Kementan) masih akan terus memerangi upaya-upaya terjadinya alih fungsi lahan pertanian. Kementan mengimbau para petani atau para pemilik lahan untuk tidak melepaskan lahan dengan alasan apa pun.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan, makin berkurangnya lahan pertanian salah satunya disebabkan mudahnya izin beralihnya lahan pertanian ke non pertanian. Hal itu dikarenakan, lahan pertanian pangan, terutama sawah, merupakan lahan dengan land rent yang rendah.

"Jangan sampai pertanian menjadi hal yang langka di masa depan. Jangan sampai anak-anak tidak tahu atau tidak pernah melihat pertanian,” kata," jelas Mentan SYL, Minggu (21/3).

Mentan SYL mengatakan, alih fungsi lahan merupakan hal yang tidak dapat disepelekan, penyusutan lahan pertanian menjadi lahan non pertanian mempengaruhi produktivitas pangan. 

"Kalau alih fungsi lahan dibiarkan, besok-besok rakyat kita akan kekurangan pangan. Boleh ada perumahan, hotel, atau industri, tapi tidak boleh merusak lahan pertanian yang ada," ujar Mentan SYL.

Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Sarwo Edhy mengungkapkan, saat ini sebanyak 18 provinsi telah mengatur norma  LP2B ( Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan)dalam naskah Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta 17 Provinsi telah menetapkan Perda LP2B tersendiri.

"Total yang mengatur hal ini adalah 237 kabupaten/kota yang telah menetapkan LP2B di Perda RTRW, dan 10 kabupaten/kota menetapkan telah menetapkan Perda LP2B tersendiri, dengan total yang telah diatur  seluas 5.917.491 hektare (ha)," jelas Sarwo Edhy.

Sementara, Peneliti Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Achmad Suryana mengatakan, fenomena konversi atau alih fungsi lahan pertanian menjadi ancaman serius yang dapat mengganggu ketahanan pangan nasional dan ketersediaan gizi.

Menurutnya, jumlah produktivitas pangan dalam lima tahun terakhir untuk tiga komoditi pangan seperti padi, jagung, dan kedelai mengalami pelandaian, bahkan penurunan.

Untuk produktivitas padi atau beras, lima tahun terakhir mengalami penurunan 1.08 persen. Sementara untuk Jagung pertumbuhan produktivitas di lima tahun terakhir hanya 0.48 persen. Bahkan, untuk hasil panen kedelai lima tahun terakhir mengalami penurunan hingga 2.66 persen.

"Kalau produksi pangan dalam negeri itu kan rumusnya sederhana, luas lahan panen kali produktivitas. Sehingga, kalau konversi lahan dilakukan besar-besaran, maka luas lahan pertanian pasti akan berkurang, sehingga produktivitas hasil pertanian pun akan turun," kata Achmad.

Dia menambahkan, produktivitas pangan memiliki keterkaitan dengan kebutuhan gizi. Menurutnya, jika produktivitas pangan mengalami penurunan, maka itu akan mempengaruhi sistem pangan secara keseluruhan.






Penjelasan Airlangga Soal Tak Semua Peternak Korban Wabah PMK Dapat Ganti Rugi Rp 10 Juta

1 hari lalu

Penjelasan Airlangga Soal Tak Semua Peternak Korban Wabah PMK Dapat Ganti Rugi Rp 10 Juta

Airlangga Hartarto menegaskan tidak semua peternak yang hewannya mati akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mendapatkan ganti rugi sebesar Rp10 juta.


Kementan Sarankan Petani Bengkulu Ikut Program AUTP Antisipasi Gagal Panen

3 hari lalu

Kementan Sarankan Petani Bengkulu Ikut Program AUTP Antisipasi Gagal Panen

Keunggulan utama program AUTP adalah perlindungan dan pertanggungan bagi petani.


Program Irigasi Kementan Optimalkan Pengembangan Budidaya Petani di Kulon Progo

3 hari lalu

Program Irigasi Kementan Optimalkan Pengembangan Budidaya Petani di Kulon Progo

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, irigasi merupakan salah satu faktor pendukung bagi tumbuh kembang pertanian


Mentan Monitor Penanganan PMK di Kabupaten Sumedang

3 hari lalu

Mentan Monitor Penanganan PMK di Kabupaten Sumedang

Di Sumedang ada total sapi yang sembuh PMK sudah mencapai 629 ekor. Sedangkan sapi mati 9 ekor dan sapi potong paksa mencapai 39 ekor.


Panen Raya Cabai di Sumedang, Mentan: Ketersediaan Cukup

3 hari lalu

Panen Raya Cabai di Sumedang, Mentan: Ketersediaan Cukup

Panen cabai di Sumedang dukung produksi cabai besar nasional pada bulan Juni sebesar 78.040 ton dan cabai rawit 1.723 ton.


Alsintan Dorong Pengembangan Pertanian di Kabupaten Kupang

3 hari lalu

Alsintan Dorong Pengembangan Pertanian di Kabupaten Kupang

Alsintan tak hanya upaya adaptasi dengan teknologi 4.0, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas pertanian di suatu wilayah.


BPDPKS Kembangkan Kompetensi Petani Lewat Pelatihan

4 hari lalu

BPDPKS Kembangkan Kompetensi Petani Lewat Pelatihan

BPPSDMP terus menggenjot kemampuan SDM agar sektor kelapa sawit semakin maksimal


Mentan: Hewan Ternak Terjual dengan Harga Murah karena Ada yang Memanfaatkan PMK

7 hari lalu

Mentan: Hewan Ternak Terjual dengan Harga Murah karena Ada yang Memanfaatkan PMK

Syahrul Yasin Limpo mengatakan, penambahan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di sejumlah daerah dilakukan bertahap.


PPSKI: Jumlah Kasus PMK 10 Kali Lipat Lebih Besar dari Data Kementan

8 hari lalu

PPSKI: Jumlah Kasus PMK 10 Kali Lipat Lebih Besar dari Data Kementan

PPSKI mengatakan jumlah kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) lebih besar dibanding data Kementan.


Jaga Stok Aman, Kementan Kawal Panen Cabai

9 hari lalu

Jaga Stok Aman, Kementan Kawal Panen Cabai

Harga komoditas cabai tengah mengalami kenaikan akibat berkurangnya hasil panen dari tingkat petani akibat pengaruh anomali cuaca.