KPK : Pemkot Gorontalo Contoh Good Governance

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pertemuan antara tim Supervisi IV KPK dengan Walikota Gorontalo, Marten Taha 
yang saat itu didampingi Wakil Walikota, Ryan F. Kono dan jajaran pejabat dilingkup 
Pemerintah Kota Gorontalo, Kamis (28/1) di ruang kerja walikota. (Foto : Prokopim)

    Suasana pertemuan antara tim Supervisi IV KPK dengan Walikota Gorontalo, Marten Taha yang saat itu didampingi Wakil Walikota, Ryan F. Kono dan jajaran pejabat dilingkup Pemerintah Kota Gorontalo, Kamis (28/1) di ruang kerja walikota. (Foto : Prokopim)

    INFO NASIONAL - Direktur Koordinasi Supervisi IV Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Asep Rahmat Suwandha memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo yang telah sukses dalam melakukan penataan dan pengelolaan pemerintahan di delapan area. Kesuksesan Pemkot Gorontalo dibuktikan dengan menempati posisi pertama di tingkat Provinsi Gorontalo, kemudian di susul Pemerintah Provinsi Gorontalo.

    "Skornya Pemkot 86. Ranking satu di Provinsi Gorontalo. Ke dua Pemprov Gorontalo," kata Asep usai melakukan pertemuan dengan Walikota Gorontalo, Marten Taha beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, Asep juga didampingi Wakil Walikota, Ryan F. Kono dan jajaran pejabat di lingkup Pemerintah Kota Gorontalo.

    Adapun delapan area tata kelola pemerintahan yang dinilai oleh Korsupgah KPK, yakni perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, pelayanan terpadu satu pintu, APIP, manajemen ASN, optimalisasi pajak daerah, manajemen aset daerah dan pengelolaan dana desa. Untuk pengelolaan Dana Desa, Pemkot tidak termasuk karena di Kota Gorontalo tidak terdapat desa.

    Lebih lanjut, tingginya nilai Pemkot Gorontalo dalam tata kelola pemerintahan di delapan sektor itu, kata Asep, sangat cocok dijadikan pemerintah daerah lain yang ada di Provinsi Gorontalo sebagai contoh.

    "Nggak usah jauh-jauh, misalnya ada Kabupaten lain di Gorontalo, nggak perlu belajar ke Surabaya, Bandung, pasti biayanya besar. Di Gorontalo, ada Kota yang skornya baik gitu ya, tinggal mencontoh aja. Namanya ATM tuh, Amati, Tiru, Modifikasi. Itu aja," kata Asep.

    Ke depannya, Asep berharap capaian ini dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan. " Harapannya, kalau bisa dipertahankan ya, malah kalau bisa ditingkatkan. Kami harap pula, Pemkot dapat membantu daerah lain," ujarnya.

    Di tempat yang sama, Walikota Gorontalo, Marten Taha mengatakan, untuk mencapai nilai yang baik dalam tata kelola pemerintahan di delapan area itu, pihaknya selalu bersungguh-sungguh dan melaksanakannya sesuai dengan regulasi. Mulai dari pengelolaan keuangan, pendapatan, aset, pengawasan, perencanaan dan penganggaran, serta pengadaan barang dan jasa.

    Marten menjelaskan, perlu kesungguhan dan komitmen untuk menjalankan amanat negara dalam penyelenggaraan pemerintahan yang transparan.

    “Mata semua aparat pemeriksan dan pengawas sudah tertuju kepada kita. Mulai dari KPK, BPK, BPKP, kejaksaan, kepolisian, inspektorat. Mulai dari Inspektorat jenderal, inspektorat Provinsi, kota, melihat kita secara nyata. Jadi kita harus transparan, terutama dalam tata pengelolaan keuangan. Insya Allah tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," kata Walikota.

    Ketika ditanya, apakah Pemerintah Kota Gorontalo bersedia menularkan cara menata dan mengelola pemerintahan yang baik kepada daerah lain ? Marten menjawab, pihaknya selalu membuka pintu untuk Kabupaten lain yang ingin meniru apa yang dilakukan Pemerintah Kota Gorontalo dalam menata dan mengelola pemerintahan yang baik.

     "Kita ada tim. Saya dan pak Wawali selalu memantau mereka. Tim dipimpin pak Sekda, ada Inspektorat dan lain sebagainya. Kita siap untuk menularkan ilmu itu, jika ada daerah lain yang ingin meniru," kata Marten.

    Sementara itu, terkait penilaian tata kelola pemerintahan masih sementara berlangsung, nilai Pemkot Gorontalo dipastikan paling tertinggi tingkat Provinsi. Tahun 2019 lalu, Pemkot Gorontalo berhasil memperoleh nilai tertinggi tingkat nasional. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.