Cegah Ndredeg Usai Disuntik, Ganjar Siapkan Plan B Vaksinasi Covid-19 Saat Puasa

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) disuntik vaksin COVID-19 produksi Sinovac (CoronaVac) oleh vaksinator dokter senior spesialis penyakit dalam Zulfachmi Wahab (kanan) di RSUD Tugurejo, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 14 Januari 2021. Ganjar Pranowo mendapatkan suntikan pertama di Jawa Tengah untuk menandai dimulainya program vaksinasi massal di sejumlah daerah di Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Humas Pemprov Jateng-Arif Slam

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) disuntik vaksin COVID-19 produksi Sinovac (CoronaVac) oleh vaksinator dokter senior spesialis penyakit dalam Zulfachmi Wahab (kanan) di RSUD Tugurejo, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 14 Januari 2021. Ganjar Pranowo mendapatkan suntikan pertama di Jawa Tengah untuk menandai dimulainya program vaksinasi massal di sejumlah daerah di Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Humas Pemprov Jateng-Arif Slam

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah menyiapkan rencana cadangan atau plan B untuk vaksinasi Covid-19 disaat bulan puasa mendatang. Rancangan tersebut disampaikan Ganjar setelah menghadiri dialog di salah satu stasiu televisi nasional pada, Sabtu 20 Maret 2021.

    Plan B yang akan disiapkan Ganjar Pranowo tersebut berupa pemberian vaksinasi setelah berbuka puasa atau setelah tarawih dilaksankan. Ia juga menambahkan jika diperlukan vaksinasi akan dilakukan di malam hari dibeberapa lokasi.

    “Untuk mengantisipasi, barangkali di beberapa tempat bisa dilakukan. Atau barangkali ada yang disuntik terus ndredeg (gemetar) dan semaput (pingsan), kita siapkan beberapa skenario. Tapi intinya MUI sudah menyampaikan nggak apa-apa (vaksinasi saat puasa),” ungkap Gajar

    Sebelumnya  Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan surat putusan Nomor 13 Tahun 2021 tentang hukum vaksinasi Covid-19 saat Ramadan. Fatwa tersebut memutuskan bahwa pemberian vaksin saat Ramadan diperbolehkan.  

    Dalam kasus pemberian vaksinasi Covid-19 jenis vaksin yang digunakan berupa suntikan obat atau vaksin melalui otot dimana model seperti ini sama juga dengan istilah injeksi intramuskular dan diperbolehkan.

    Menaggapi hasil putusan MUI tersebut Ganjar akan tetap menyiapkan antisipasi untuk mengatasi vasinasi selama ramadhan.

    “MUI telah membolehkan karena itu tidak masuk ke mulut. Jadi disuntik nggak apa-apa. Tapi meski begitu, kita tetap menyiapkan plan B-nya,” ungkap Ganjar

    Selian itu Ganjar Pranowo juga menjelaskan bahwa proses vaksinasi di wilayah Jawa Tengah masih berjalan lancar dan Jawa Tengah tetap siap melaksankan vaksinasi selama Ramadan dengan syarat jumlah vaksin yang disiapkan mencukupi.

    “Kita tinggal nunggu datangnya vaksin saja, kalau tidak salah hari ini datang. Meski begitu, jumlahnya tidak terlalu banyak,” jelas Ganjar

    Tidak hanya itu Ganjar juga berencana akan mempercepat proses vaksinasi perkiraan bulan Mei sampai Juli mendatang dimana pada bulan tersebut pemerintah berencana mendistribusikan vaksin dengan jumlah yang besar.

    “Nanti kita gaspol, tentu prioritas saat ini adalah lansia, pelayan publik termasuk guru karena program pembelajaran tatap muka segera digelar. Saya minta guru harus diprioritaskan mendapat vaksinasi,” ucap Ganjar

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo membenarkan bahwa vaksinasi covid-19 akan sampai pada malam hari tepatnya. “Saya juga belum dikabari berapa dosis dan jenisnya,” ungkap Yulianto dilansir dari situs resmi jatengprov.go.id

    SABAR ALIANSYAH PANJAITAN

    Baca juga: Polemik Halal Haram Vaksin AstraZeneca


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto