Polri Tak Segan Hentikan Laga Piala Menpora Bila Melanggar Prokes

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kadivhumas Polri Irjen Pol Argo Yuwono memberikan keterangan tentang teroris Jamaah Islamiyah (JI) di kantor Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Senin, 28 Desember 2020. Polisi mengungkap terdapat 12 lokasi yang menjadi tempat pelatihan jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) yang tersebar di Jawa Tengah. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Kadivhumas Polri Irjen Pol Argo Yuwono memberikan keterangan tentang teroris Jamaah Islamiyah (JI) di kantor Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Senin, 28 Desember 2020. Polisi mengungkap terdapat 12 lokasi yang menjadi tempat pelatihan jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) yang tersebar di Jawa Tengah. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memberi lampu hijau turnamen pramusim sepak bola Piala Menpora 2021 yang digelar Ahad, 21 Maret 2021. Kepolisian meminta kepada panitia agar memastikan penyelenggaraan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

    "Arahan Pak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kegiatan kepemudaan dan keolahragaan harus dilakukan dengan kedisiplinan dan adanya komitmen dari seluruh pihak dalam menerapkan protokol kesehatan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Ahad, 21 Maret 2021.

    Argo menegaskan kepolisian tidak akan segan menghentikan pertandingan dan memberikan sanksi tegas kepada penyelenggara jika tidak menerapkan ataupun melanggar prokes.

    Mabes Polri memberikan izin turnamen Piala Menpora dengan beberapa catatan, yakni semua laga tanpa kehadiran penonton di stadion yang disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi dan media daring. Panitia harus membatasi jumlah pemain, ofisial, panitia, petugas keamanan, undangan, dan awak media di area pertandingan maksimal 299 orang. Penyelenggaraan pertandingan dilaksanakan di stadion pada wilayah zona hijau Covid-19.

    Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot Dewa Broto menyatakan kepolisian berhak menghentikan laga jika terjadi pelanggaran protokol kesehatan.

    "Tak perlu khawatir, ini kan hanya uji coba. Polisi berhak menghentikan laga jika terjadi pelanggaran prokes saat gelaran Piala Menpora," kata Gatot. Ia mengatakan Kemenpora telah melakukan rapat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, seperti PSSI, PT LIB, dan Polri.

    Koordinasi diperlukan agar kegiatan olahraga sepak bola dapat berlangsung dengan aman di tengah pandemi Covid-19. Menurut dia, PSSI dan PT LIB telah membuktikan gelaran pertandingan sudah sesuai dengan prokes saat mengadakan laga uji coba Timnas U-22 Indonesia melawan dua klub Indonesia, awal Maret lalu.

    "PSSI dan LIB sudah menjelaskan prokes di stadion sebelum dan sesudah. Dua pertandingan itu lancar," kata Gatot.

    Gatot menuturkan turnamen Piala Menpora menjadi tantangan bagi penyelenggara untuk melaksanakan kegiatan keolahragaan. Apalagi di negara lain sudah ada yang telah menggelar pertandingan olahraga walau pandemi Covid-19 belum mereda. 

    Baca juga: Piala Menpora 2021 Dimulai Ahad 21 Maret, Pembukaan Sederhana Tanpa Penonton


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.